Firman Soebagyo: Isu-Isu yang Beredar di Masyarakat Jangan Dianggap Sepele
Jakarta, sinpo.id - Firman Soebagyo menyampaikan rasa keprihatinan yang sangat mendalam dan memberikan peringatan kepada Pemerintah supaya tidak menganggap sepele terhadap isu-isu yang belakangan ini beredar di masyarakat, salah satu contohnya yaitu rencana memasukkan 5000 senjata ilegal ke negeri ini.
Hal tersebut disampaikan oleh senior Partai Golkar Firman Soebagyo, setelah mendengarkan rilis dari sebuah berita yang disampaikan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat pertemuan silahturahmi para petinggi TNI AD dan para Jenderal Purnawirawan yang juga dihadiri Menkopolhukam Wiranto dan mantan Wakil Presiden Trisutrisno baru-baru ini di Jakarta. Tentang adanya pihak-pihak yang merencanakan memasukan 5000 pucuk senjata api secara ilegal ke tanah air tercinta ini.
“Semua pihak yang bertanggungjawab atas pertahanan dan keamanan negara ini, harus segera mengambil langkah yang tegas. Jangan sampai ini terjadi, dan bisa mengancam kedaulatan Negara. Saya harap semuanya ini dapat segera diatasi demi Pertahanan dan Keamanan NKRI,” tegasnya.
Disamping itu, Anggota Komisi IV DPR RI ini juga meminta Pemerintah untuk mengevaluasi kembali terhadap kebijakan pemberian bebas visa kepada beberapa negara, khususnya negara Tiongkok dengan dalih untuk menarik arus wisata asing yang jelas-jelas berdasarkan evaluasi tidak ada dampak positifnya bagi penerimaan negara yang signifikan, justru sebaliknya warga tiongkok yang datang ke Indonesia membuat resah warga masyarakat dan beberapa Pemerintah Daerah.
“Karena banyaknya turis haram dari Tiongkok tersebut, telah banyak melakukan pelanggaran hukum dengan berbagai tindak kejahatan di negeri ini,” cetusnya.
Beliau juga mengingatkan, hendaknya Pemerintah jangan melihat dengan sebelah mata tentang isu-isu dan Presiden harus segera memanggil Panglima TNI, BIN dan BAIS. Pemanggilan ini untuk diminta penjelasan dan klarifikasi atas beredarnya rilis tersebut dan upaya-upaya konkrit yang harus dilakukan agar rencana penyelundupan senjata dapat dicegah.
“Karena isu ini sudah membuat resah masyarakat, klarifikasi sangat penting dilakukan agar munculnya berita tersebut tidak semakin meningkatkan rasa kebencian masyarakat terhadap pendatang dari Tiongkok yang juga perilakunya sudah menimbulkan keresahan di masyarakat. Kalau tidak segera ada upaya pencegahan, dapat menimbulkan konflik yang dipicu rasa kebencian dan perilaku pendatang haram dari Tiongkok tersebut,” tutupnya.

