Ditetapkan Jadi Organisasi Teroris, Hizbullah Kecam Australia

  • Laporan:

SinPo.id - Kelompok militan Syiah asal Lebanon, Hizbullah mengecam keputusan Australia yang memasukkan kelompok itu sebagai organisasi teroris. Hizbullah menuduh Canberra telah tunduk pada tuntutan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Hizbullah telah lama menjadi sasaran sanksi AS dan dimasukkan dalam daftar hitam oleh negara itu dan Israel sebagai organisasi teroris. Namun, kelompok yang didukung Iran juga merupakan pemain politik yang kuat dengan kursi di parlemen Lebanon.

Sejumlah negara telah menghindari sanksi terhadap sayap politik kelompok tersebut, karena khawatir langkah seperti itu dapat menghambat hubungan dengan pihak berwenang Lebanon atau berkontribusi pada ketidakstabilan negara itu.

Hizbullah dalam sebuah pernyataan mengecam keras keputusan otoritas Australia, dengan mengatakan bahwa itu adalah penundukan yang memalukan terhadap diktat Amerika dan Zionis serta melayani kepentingan Israel.

Langkah Australia memperpanjang larangan yang sudah ada sebelumnya terhadap sayap bersenjata kelompok Syiah.

"Keputusan dan keputusan sebelumnya tidak akan mempengaruhi posisi Hizbullah dan haknya untuk melawan," kata pernyataan itu seperti dikutip dari France24, Kamis (25/11).

Hizbullah didirikan pada 1980-an untuk memerangi pendudukan Israel di Lebanon selatan dan telah tumbuh menjadi perwakilan regional utama Iran, dengan operasi di Suriah, Irak, dan Yaman.

Satu-satunya faksi Lebanon yang menyimpan senjatanya setelah perang saudara 1975-1990, Hizbullah memiliki persenjataan yang lebih kuat daripada tentara nasional Lebanon.

Ini menekankan peran gerakan "perlawanan" terhadap Israel dan mengatakan perannya adalah untuk membela Lebanon.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar