Jubir Demokrat: SBY Tidak Pernah Koar-koar Banyak Prestasi, Sekarang?

  • Laporan:

SinPo.id - Pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan yang menyebut kepemimpinan Presiden Joko Widodo lebih konkret dalam mengatasi pandemi Covid-19, ketimbang era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam mengatasi persoalan bangsa ditanggapi santai oleh Partai Demokrat.

Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan bahwa kerja-kerja SBY jauh lebih real tanpa perlu berkoar-koar di publik tentang keberhasilannya.

"Pemerintahan SBY dulu, tidak merasa perlu koar-koar punya prestasi ini itu. Karena masyarakat sendiri yang merasakan langsung," tegas Herzaky dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu pagi (23/10).  

Misalnya, kata Herzaky, penanganan tsunami Aceh yang diapresiasi bukan saja oleh masyarakat Indonesia, melainkan juga dunia internasional. Era SBY dianggap sebagai penanganan terbaik untuk bencana, dan dijadikan kajian di berbagai negara sebagai best practices.

Ditambahkan Herzaky, pengangkatan 1,1 juta guru honorer menjadi PNS pada era SBY sangat dirasakan langsung oleh masyarakat. Sehingga, saat kader Demokrat turun ke bawah menyapa rakyat di manapun, kader selalu diapresiasi oleh para keluarga besar guru yang dulu menjadi PNS di era SBY.

"Kalau untuk era sekarang, seharusnya bisa lebih baik, bukan malah mundur jauh ke belakang?" tegasnya.

"Harapan kita, pemerintahan saat ini bisa fokus bekerja, membenahi berbagai kekurangan. Karena rakyat masih banyak yang susah, jadi pengangguran, dan kemiskinan meningkat drastis dimana-mana," demikian Herzaky.

Sebelumnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merasa bangga atas kepemimpinan Presiden Joko Widodo dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Sekjen PDIP Hasto bahkan menyebut kepemimpinan Jokowi beda jauh dengan kepemimpinan 10 tahun lalu, yakni era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam mengatasi persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia. Menurutnya, era SBY kebanyakan rapat tanpa solusi.

"Beliau (Jokowi) sosok yang turun ke bawah, yang terus memberikan direction, mengadakan ratas (rapat terbatas) dan diambil keputusan. Berbeda dengan pemerintahan 10 tahun sebelumnya, terlalu banyak rapat tidak mengambil keputusan," kata Hasto kepada wartawan, Kamis (21/10).

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar