Pengamat Teroris UI Beberkan Poin Dalam Menangani Aksi KKB

  • Laporan:

SinPo.id - Pengamat Terorisme Universitas Indonesia Ridwan Habib mengatakan, ada beberapa hal penting untuk diperhatikan guna menangani aksi terorisme oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Seperti landasan hukum untuk TNI memberantas terorisme dan mengawasi adanya gerakan Media secara masif oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua beserta simpatisannya.

Ia mengatakan bahwa mekanisme pergerakan TNI dalam memberantas KKB Papua yang telah dimasukkan dalam kategori 'terorisme' harus memiliki payung hukum. namun, ia mempertanyakan mengapa perpres penanganan terorisme oleh TNI belum juga ditandatangani oleh Presiden Jokowi.

"Saat ini Peraturan Presiden tentang TNI menangani Terorisme belum juga ditandatangani oleh Presiden. sehinga mekanisme pergerakan pasukan ini tidak bisa leluasa," Ujarnya dalam diskusi dialektika demokrasi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada kamis (23/9).

Berikutnya Ia juga mengamati adanya gerakan Operasi media secara masif dan well plan berupa ancaman pembunuhan kepada orang Indonesia yang berada di Papua yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata beserta para simpatisanya dari luar Papua.

"Ada pesan dari yang mengaku Jubir OPM mengatakan siapapun orang Indonesia yang masih ada di Papua akan dihabisi. anehnya pesan ini lebih dulu viral di Jakarta dibandingkan di Jayapura yang saat itu telat. ini menandakan adanya gerakan yang masif juga well plan termasuk diantaranya kita soroti Veronica Koman," Tuturnya.

Dirinya juga turut mempertanyakan mengapa Veronica Koman yang hingga saat ini masih aktif bermedia sosial dengan menyebarkan opini belum juga ditindak secara hukum.

"Permasalahanya, mengapa tidak ditangkap?, padahal dengan labelnya sebagai teroris, maka pasal 13A UU 5 tahun 2018 tentang Pemberantasan terorisme bisa digunakan," ucapnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar