Israel Hancurkan Kantor Berita AP dan Al Jazeera di Gaza

  • Oleh:

SinPo.id -  Israel menghancurkan Jala Tower, kantor media Al Jazeera dan Associated Press (AP) di Gaza pada Sabtu, (15/5) waktu setempat. Israel menyebut, bangunan 12 lantai itu digunakan oleh kelompok militan Islam Hamas.

Melansir reuters, para penghuni Jala Tower langsung mengevakuasi diri mereka secara bergotong royong, setelah pemilik gedung tersebut menerima peringatan dari Israel akan adanya serangan ke gedung tersebut.

Seorang jurnalis lepas Palestina terluka dalam serangan tersebut akibat puing-puing reruntuhan gedung tersebut serta puluhan peluru yang diluncurkan.

Beberapa saat sebelumnya militer Israel yang telah membombardir Gaza selama enam hari beruntun, memperingatkan melalui telepon bahwa penghuni hanya memiliki waktu satu jam untuk mengosongkan gedung sebelum diserang jet tempur.

Presiden dan CEO AP, Gary Pruitt telah meminta ulur waktu sekitar 15 menit kepada militer Israel untuk melakukan evakuasi. Sebab, mereka punya banyak peralatan untuk menunjang liputan seperti kamera dan lain-lain.

"Kami terkejut dan ngeri saat mendengar kabar bahwa militer Israel akan menghancurkan gedung yang menampung biro AP dan organisasi berita lainnya di Gaza," ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Namun, permintaan tambahan waktu 15 menit ditolak, militer Israel beralasan bahwa Jala Tower berisi aset militer Hamas. Militer Israel juga menuding bahwa kelompok yang mengelola wilayah tersebut menggunakan jurnalis sebagai tameng manusia. Namun, tidak ada bukti yang mendukung tuduhan Israel tersebut.

"Dunia akan tahu lebih sedikit tentang apa yang terjadi di Gaza karena apa yang terjadi hari ini," katanya.

Sebelumnya,  Pemerintah AS mengatakan telah memberitahu Israel untuk memastikan keamanan jurnalis.

"Kami telah mengkomunikasikan secara langsung kepada Israel bahwa memastikan keselamatan dan keamanan jurnalis dan media independen adalah tanggung jawab yang terpenting," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki tweeted.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken berbicara dengan Pruitt pada Sabtu malam dan "menawarkan dukungannya yang tak tergoyahkan untuk wartawan independen dan organisasi media di seluruh dunia," kata juru bicara Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.

Pejabat direktur jenderal Jaringan Media Al Jazeera, Dr Mostefa Souag, menyebut serangan itu "biadab" dan mengatakan Israel harus dimintai pertanggungjawaban.

"Tujuan dari kejahatan keji ini adalah untuk membungkam media dan menyembunyikan pembantaian dan penderitaan rakyat Gaza yang tak terhitung jumlahnya," katanya dalam sebuah pernyataan.











Berita Terkait

Tinggalkan Komentar