Papua

Membangun Papua, Senator Filep Minta Bappenas Harus Kerjasama dengan Dewan Adat dan Perguruan Tinggi

  • Oleh:

sinpo, JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyampaikan Strategi Percepatan Pembangunan di Papua, yang disebut dengan Strategi Quick Wins di 7 wilayah adat dinilai salah tafsir.

Menariknya, fokus dari Quick Wins ini diletakkan pada keunggulan komoditas yang dimiliki masing-masing wilayah adat. Sebagaimana dijelaskan Bappenas, di Wilayah Domberay akan dikembangkan Sentra Kakao, Pariwisata Danau Anggi, dan Pendirian Pusat Kajian Keanekaragaman Hayati Bertaraf Internasional di Universitas Negeri Papua.

Di wilayah Bomberay akan dikembangkan sentra Pala di Kabupaten Fakfak dan Kabupaten Kaimana, Pembangunan Jalan menuju perkebunan Pala di Fakfak dan Kaimana, dan pariwisata Teluk Triton di Kaimana. Di Wilayah Mee Pago akan dikembangkan Sentra Kopi, pembangunan RSUD Paniai, dan pengembangan Sentra Food Estate Sagu dan Padi. Sementara di Wilayah Anim Ha akan dikembangkan Perkebunan Karet Rakyat. Wilayah Adat Saereri akan dioptimalkan Bandara Frans Kaesipo dan dikembangkan hilirisasi perikanan. Wilayah Adat Tabi akan difokuskan untuk pengembangan Sentra Kakao dan Kelapa dan penguatan Peran Universitas Cenderawasih.

Sementara di Wilayah Adat La Pago yang akan difokuskan untuk Pengembangan Sentra Kopi dan Peternakan. Terkait hal itu, Senator dari Papua Barat, Filep Wamafma mengapresiasi langkah dan niat baik yang dilakukan oleh Bappenas. Meski demikian, program tersebut tak bisa dinamai program yang berbasis wilayah adat.

Kalau bangun sentra Pala di Fakfak, dari dulu memang di sana produksi Pala, bahkan sejak zaman Belanda. Struktur tanah di Fakfak memang cocok untuk Pala. Jadi, tidak ada kaitannya dengan wilayah adat. Membangun wilayah adat itu identik dengan pengakuan, penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat. "Inilah yang seharusnya menjadi dasar grand design pembangunan wilayah adat oleh Bappenas,” kata Filep Wamafma, Senin (15/2).

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar