Ssst... Kata Jokowi, Minggu Depan Ada 15 Juta Vaksin Lagi Datang ke RI

Laporan: Tisa
Selasa, 05 Januari 2021 | 20:43 WIB
Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Setpres)
Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Setpres)

sinpo, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, sejak dua hari yang lalu pemerintah telah mendistribusikan vaksin COVID-19 untuk pelaksanaan vaksinasi yang akan segera dilaksanakan di 34 provinsi. 

Kepala Negara mengatakan, vaksin untuk tahap pertama telah dikirim sebanyak 700 ribu dosis dari 3 juta dosis yang tersedia.

“Stok kita kan ada 3 juta (dosis vaksin), baru dikirim ke daerah 700 ribu (dosis vaksin). Nanti akan dikirim lagi berikutnya, dikirim lagi berikutnya,” ujar Presiden di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (05/01/2021).

Lebih lanjut Jokowi mengungkapkan, pemerintah akan kembali mendatangkan vaksin COVID-19 untuk pelaksanaan program vaksinasi massal virus korona.

“Insyaallah minggu depan juga akan datang lagi 15 juta vaksin dalam bentuk bahan baku (bulk)," ucapnya.

Adapun bahan baku vaksin dari berbagai negara ini, lanjut Presiden, nantinya akan diproduksi lebih lanjut oleh PT Bio Farma.

"Sehingga juga langsung nanti jadi, kirim ke daerah lagi,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Pada tahap pertama, kata Jokowi, vaksinasi akan diberikan kepada kelompok prioritas, yaitu tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat yang ada di rumah sakit. 

“Kedua nanti TNI-Polri dan juga guru dan langsung juga berbarengan dengan itu juga masyarakat,” imbuhnya.

Presiden mengharapkan dengan dimulainya vaksinasi yang rencananya dilakukan pada 13 Januari ini, maka pandemi COVID-19 dapat ditangani dan dikendalikan. 

Meski demikian, ia kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan sampai proses vaksinasi selesai dilaksanakan.

“Saya tetap titip kepada kita semuanya untuk menyampaikan juga ke saudara dan tetangga-tetangga kita, rekan-rekan kita, kawan-kawan kita, meskipun vaksinasi minggu depan sudah dimulai, saya minta untuk tetap kita waspada," tuturnya. 

BERITALAINNYA