Menkeu Israel Dilarang Masuki Prancis
SinPo.id - Prancis melarang Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, memasuki negara itu, sebagai bagian dari sanksi terkoordinasi dengan negara-negara lain atas kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina.
Smotrich adalah anggota pemerintah Israel kedua yang dilarang memasuki Prancis dalam beberapa bulan terakhir, setelah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dilarang karena mengejek para aktivis yang ditahan oleh tentara Israel dari armada Global Sumud Flotilla.
Inggris Raya, Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Norwegia telah memberlakukan larangan perjalanan terhadap kedua menteri tersebut pada Juni tahun lalu karena menghasut kekerasan terhadap warga Palestina. Bahkan negara-negara lainnya seperti Spanyol, Slovenia, dan Irlandia juga turut memberikan sanksi yang sama.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan, negaranya melarang Smotrich karena ia secara aktif mempromosikan aneksasi Tepi Barat, pembangunan pemukiman baru di Tepi Barat, penjajahan kembali Gaza, serta keruntuhan ekonomi Otoritas Palestina.
"Ini adalah kebijakan yang tidak dapat diterima oleh sebagian besar komunitas internasional, yang berkomitmen teguh pada solusi dua negara," tulis Barrot di X. Dilansir dari CNA, Rabu, 10 Juni 2026.
Selain itu, Prancis juga melarang empat pemimpin organisasi pemukim dan 21 pemukim lainnya yang melakukan kekerasan. Namun, Kementerian Luar Negeri Israel mengecam sanksi tersebut dan menyebutnya sebagai hal yang memalukan.
“Inti sebenarnya dari langkah-langkah ini adalah upaya untuk memaksakan sikap politik terkait hak orang Yahudi untuk menetap di Tanah Israel dan terkait konflik Israel-Palestina – yang disamarkan sebagai tindakan melawan kekerasan,” kata juru bicara kementerian Oren Marmorstein.
Sementara itu, Norwegia mengatakan akan mengadopsi sanksi yang sama seperti yang diumumkan oleh Uni Eropa pada 28 Mei, serta memberlakukan larangan masuk yang menargetkan 20 pemukim yang melakukan kekerasan.
