PM Skotlandia Janji Bantu Suporter yang Ditolak Masuk AS
SinPo.id - Perdana Menteri Skotlandia John Swinney berjanji akan melakukan “segala cara untuk membantu” setelah sejumlah suporter timnas Skotlandia dilaporkan ditolak masuk ke Amerika Serikat menjelang Piala Dunia 2026.
Sejumlah anggota Tartan Army – sebutan bagi pendukung Skotlandia – mengalami pencabutan izin Electronic System of Travel Authorisation (ESTA) hanya beberapa hari sebelum laga perdana melawan Haiti di Boston. Hal ini memaksa sebagian suporter mencari janji darurat di Kedutaan Besar AS di London.
Swinney menyampaikan di Parlemen Skotlandia bahwa ia telah menghubungi pejabat AS untuk mencari solusi. “Saya meminta agar keterlibatan khusus dilakukan dengan Konsul Jenderal AS di Skotlandia. Kami akan melakukan semua yang bisa kami lakukan untuk menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.
Pihak Kedutaan AS sebelumnya menegaskan bahwa pengetatan aturan ESTA dilakukan sesuai kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump. Pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri menyebut aplikasi ESTA terus diverifikasi dengan basis data hukum dan keamanan, dan kegagalan mengungkap riwayat kriminal dapat berujung pada penolakan atau pencabutan izin masuk.
Insiden ini menambah daftar panjang kontroversi menjelang Piala Dunia 2026, setelah wasit Somalia Omar Artan juga ditolak masuk AS meski memiliki dokumen resmi. Situasi ini memicu kritik luas, dengan sejumlah pengamat menyebut turnamen kali ini sebagai “World Cup of chaos.”