Dinsos DKI Manfaatkan Urban Farming untuk Dukung Kesehatan Mental Penghuni Panti

Laporan: Sigit Nuryadin
Selasa, 09 Juni 2026 | 23:36 WIB
Urban faming di Sunter Jaya. (Agus Priatna/SinPo.id)
Urban faming di Sunter Jaya. (Agus Priatna/SinPo.id)

SinPo.id - Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta memanfaatkan program pertanian perkotaan atau urban farming di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3 bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga sebagai sarana terapi psikologis dan pembentukan karakter bagi para penghuni panti.

Kepala Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3, Ratu Dian Cherrawati, mengatakan kegiatan bercocok tanam yang dijalankan di lingkungan panti telah berkembang menjadi media pembelajaran sekaligus pendampingan psikososial bagi anak-anak dan remaja yang tinggal di sana.

“Kegiatan urban farming ini, selain mendukung ketahanan dan kemandirian pangan, juga berfungsi sebagai sarana terapi psikologis serta media edukasi keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Dian, Selasa, 9 Juni 2026.

Adapun program tersebut dijalankan dengan memanfaatkan lahan terbatas yang tersedia di area panti. Berbagai metode diterapkan, mulai dari penggunaan polybag, sistem vertikultur, hidroponik, hingga pemanfaatan pekarangan secara optimal untuk menanam sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat keluarga.

Menurut Dian, manfaat program tidak hanya terlihat dari hasil panen yang dapat dikonsumsi penghuni panti, tetapi juga dari proses belajar yang berlangsung selama kegiatan bercocok tanam.

Dia menyebut, para penghuni dilibatkan sejak tahap penyemaian benih, perawatan tanaman, hingga panen. Dian menilai, keterlibatan itu mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab dan meningkatkan kepercayaan diri mereka.

“Kegiatan urban farming tidak hanya menghasilkan produk pertanian yang dapat dikonsumsi oleh penghuni panti, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung dalam bercocok tanam,” ujar Dian.

Selain aspek keterampilan, kata dia, Dinas Sosial menilai aktivitas berkebun memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis penghuni. Menurutnya, interaksi dengan tanaman dan lingkungan hijau disebut membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman dan menenangkan.

“Aktivitas berkebun juga terbukti membantu mengurangi tingkat stres dan memberikan dampak positif bagi kesehatan mental,” kata Dian.

Dari sisi ekonomi, lanjut Dian, hasil panen dimanfaatkan untuk memenuhi sebagian kebutuhan konsumsi harian penghuni panti. Dia juga mengungkapkan, pemanfaatan hasil kebun tersebut turut membantu menekan pengeluaran untuk penyediaan bahan pangan.

"Dengan kebutuhan lahan yang relatif kecil dan biaya perawatan yang terjangkau, program urban farming dinilai menjadi alternatif pemberdayaan yang dapat diterapkan di berbagai lembaga sosial maupun kawasan permukiman perkotaan yang memiliki keterbatasan ruang," tuturnya. 

Lebih jauh, Dian menekankan, keberhasilan program di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 3 menunjukkan bahwa pertanian perkotaan dapat berfungsi lebih luas daripada sekadar menghasilkan bahan pangan. 

"Program ini juga menjadi instrumen pembentukan keterampilan hidup, penguatan kesehatan mental, serta peningkatan kemandirian penghuni panti," katanya. 

Dian pun berharap program tersebut dapat terus dikembangkan agar manfaatnya menjangkau lebih banyak penghuni panti pada masa mendatang. 

“Program ini diharapkan dapat terus berkembang secara berkelanjutan sehingga manfaatnya semakin luas dan dirasakan oleh lebih banyak penghuni panti,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI