Kemenag Dorong Masjid dan Musala Masuk SIMAS untuk Perluas Akses Layanan

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 08 Juni 2026 | 15:10 WIB
Ilustrasi jemaah sedang salat berjamaah di Masjid Istiqlal. (SinPo.id/Ashar)
Ilustrasi jemaah sedang salat berjamaah di Masjid Istiqlal. (SinPo.id/Ashar)

SinPo.id - Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kemenag, Arsad Hidayat menyampaikan, masjid dan musala yang terdaftar dalam Sistem Informasi Masjid (SIMAS), akan memperoleh berbagai kemudahan layanan. Mulai dari penerbitan Nomor ID Nasional Masjid, akses pengajuan bantuan pemerintah, hingga kemudahan ditemukan masyarakat melalui peta digital. 

"Setelah terdaftar dalam SIMAS, masjid dan musala dapat memperoleh Nomor ID Nasional Masjid, mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) yang dapat digunakan untuk pembukaan rekening resmi di Bank Syariah Indonesia (BSI), mengakses berbagai program bantuan pemerintah, serta lebih mudah ditemukan masyarakat melalui peta digital," kata Arsad dalam keterangannya, Senin, 8 Juni 2026. 

Arsad menjelaskan, SIMAS tak hanya berfungsi sebagai basis data nasional kemasjidan, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi masjid dan musala untuk mengakses berbagai program pembinaan dan layanan yang diselenggarakan Kemenag.

Arsad mengingatkan, validitas dan kelengkapan data dalam SIMAS merupakan hal yang sangat penting. Karena menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan program kemasjidan yang tepat sasaran.

Dia menerangkan, masjid diharapkan tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan dan pelayanan umat. Untuk itu, akurasi data masjid menjadi fondasi penting guna mendukung berbagai program pembinaan dan penguatan fungsi sosial masjid.

Selain SIMAS, Arsad juga menegaskan, penguatan Early Warning System (EWS), yaitu sistem deteksi dini berbagai isu sosial-keagamaan yang berkembang di masyarakat, juga sangat penting. Kedua sistem ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan keagamaan yang berbasis data dan kondisi nyata di lapangan.

"SIMAS membantu kita membangun data kemasjidan yang akurat, sedangkan EWS membantu kita membaca dinamika sosial-keagamaan sejak dini. Keduanya menjadi instrumen penting untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, tepat, dan bermanfaat bagi masyarakat," tukasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI