Serangan Israel Tewaskan 13 Warga Gaza, Mesir Gelar Putaran Baru Perundingan Gencatan Senjata
SinPo.id - Militer Israel kembali melancarkan serangan udara di Jalur Gaza sejak Minggu dini hari, menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai puluhan lainnya. Serangan terjadi di kawasan al-Mawasi dekat Khan Younis, serta di Gaza City dan Deir el-Balah.
Insiden ini berlangsung bersamaan dengan dimulainya putaran baru pembicaraan di Kairo yang dipimpin Mesir, dengan kehadiran perwakilan Hamas dan faksi Palestina lain. Tujuannya adalah menyelamatkan kesepakatan gencatan senjata yang rapuh sejak Oktober 2025.
Menurut data Al Jazeera, sejak gencatan senjata diumumkan, sekitar 947 warga Palestina tewas dan lebih dari 2.900 terluka akibat serangan Israel. Sementara itu, pejuang Hamas menewaskan empat tentara Israel dalam periode yang sama.
Situasi di Lapangan
Israel kini menguasai 64% wilayah Gaza, meningkat dari 53% yang disepakati dalam kesepakatan gencatan senjata.
PM Israel Benjamin Netanyahu pada 28 Mei lalu memerintahkan perluasan kontrol hingga 70%.
Warga Palestina terus menerima perintah pengosongan rumah hanya beberapa menit sebelum bangunan mereka dibom.
Posisi Hamas
Anggota biro politik Hamas, Husam Badran, menegaskan kelompoknya tidak akan menyerahkan senjata sebelum ada kesepakatan komprehensif dengan seluruh faksi Palestina. Hamas menekankan bahwa penghentian serangan Israel adalah syarat utama untuk melanjutkan proses politik.
Krisis Kemanusiaan
Sejak dimulainya perang, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 72.971 warga Palestina, menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza, dan memaksa hampir 1,9 juta orang mengungsi. Sejumlah pakar internasional dan penyelidikan independen PBB menyebut kondisi ini sebagai bentuk genosida.
