Dishub DKI Dorong Warga Manfaatkan Kartu Integrasi JakLingko

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 07 Juni 2026 | 21:53 WIB
Kartu JakLingko (SinPo.id/ Dok. JSC)
Kartu JakLingko (SinPo.id/ Dok. JSC)

SinPo.id - Dinas Perhubungan DKI Jakarta mendorong masyarakat memanfaatkan kartu uang elektronik JakLingko untuk menekan biaya perjalanan di tengah rencana penyesuaian tarif sejumlah rute Transjabodetabek.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaludin mengatakan kartu JakLingko berwarna hitam dapat digunakan dalam skema tarif integrasi antarmoda yang membatasi biaya perjalanan hingga maksimal Rp10 ribu.

"Kartu tersebut dipergunakan untuk mengakses layanan integrasi multi moda. Transjakarta, MRT dan LRT DKI Jakarta dengan tarif maksimum Rp10 ribu," kata Budi, Minggu, 7 Juni 2026.

Menurut dia, kartu tersebut memungkinkan pengguna berpindah moda transportasi dalam satu sistem terintegrasi. 

"Layanan yang dapat diakses mencakup Transjakarta, Moda Raya Terpadu (MRT), Lintas Rel Terpadu (LRT), dan Commuterline," ungkapnya. 

Adapun dorongan penggunaan kartu integrasi itu muncul ketika pemerintah masih mengkaji penyesuaian tarif Transjabodetabek. Dengan skema tarif terintegrasi, kata Budi, penumpang memiliki alternatif untuk mengendalikan pengeluaran transportasi harian.

Budi menjelaskan kartu JakLingko hitam juga telah terhubung dengan aplikasi JakLingko. Karena itu, kata dia, saldo pengguna tetap tercatat dalam aplikasi apabila kartu fisik hilang.

Selain memberikan kemudahan transaksi, Budi berujar, sistem tersebut disiapkan untuk mendukung pengembangan Account Based Ticketing (ABT). Dalam sistem itu, kartu dapat mengenali profil masing-masing pengguna sehingga berpotensi mendukung kebijakan tarif khusus bagi kelompok tertentu.

"Apabila nantinya terdapat kebijakan insentif tarif bagi profil pengguna khusus, misalnya untuk lansia atau anak sekolah dan lainnya," ujar Budi.

Selain kartu integrasi berwarna hitam, dia menyebut, masyarakat juga dapat menggunakan kartu uang elektronik JakLingko berwarna biru yang diterbitkan oleh sejumlah bank, yakni BCA, Mandiri, BNI, Bank Jakarta, dan BRI.

Budi mengatakan kartu tersebut tersedia di mesin penjual otomatis yang berada di halte Transjakarta serta stasiun MRT dan LRT.

"Kartu ini bisa digunakan naik Tj Rp5 ribu maksimal selama tiga jam perjalanan. Tidak ada syarat. Warga non-Jakarta juga boleh memiliki kartu tersebut," tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI