Pemerintah Pastikan Stok Minyakita Aman Sebelum Berlakunya Penyesuaian HET

Laporan: Tio Pirnando
Minggu, 07 Juni 2026 | 18:38 WIB
Ilustrasi pedagang menjual Minyakita (SinPo.id/ Ashar)
Ilustrasi pedagang menjual Minyakita (SinPo.id/ Ashar)

SinPo.id - Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan, pelaksanaan program bantuan pangan beras dan minyak goreng rakyat Minyakita kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), tidak terpengaruh terhadap rencana penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita. Karena stok Minyakita yang ada di Perum Bulog untuk program bantuan pangan, telah terpenuhi.

"Hingga 5 Juni, realisasi salur bantuan pangan secara nasional telah mencapai 55,37 persen atau telah diterima sebanyak 18,4 juta KPM. Secara kuantitas, total beras yang dibutuhkan sebanyak 664,9 ribu ton dan Minyakita 132,9 kiloliter," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa, dalam keterangannya, Minggu, 7 Juni 2026. 

Ketut menjelaskan, dengan realisasi ini, masih ada beras 296,7 ribu ton dan Minyakita 59,3 ribu kiloliter yang terus akan disalurkan sampai akhir Juni. 

Dalam laporan yang diterima  Bapanas, kebutuhan beras untuk bantuan pangan tersebut masih sangat memadai dengan total stok beras Bulog yang masih 5,3 juta ton. Sementara kebutuhan stok Minyakita untuk bantuan pangan juga telah disiapkan sepenuhnya.

Dia menerangkan, hingga awal Juni, pengadaan Minyakita untuk bantuan pangan telah menyentuh hampir 99 persen. Dari total kebutuhan Minyakita, telah diperoleh stok sebanyak 131,4 ribu kiloliter. 

Kemudian, dari seluruh Kantor Wilayah (Kanwil) Bulog, Kanwil Jawa Tengah dan Jawa Barat yang masih berproses sedikit lagi untuk pengadaan Minyakita program bantuan pangan.

Dengan demikian, lanjut Ketut, tatkala pemenuhan stok Minyakita untuk penyaluran bantuan pangan telah tuntas, maka Bulog dapat berfokus pula pada penyaluran Minyakita ke pasar-pasar. Apalagi periode salur bantuan pangan akan dicukupkan sampai akhir Juni ini.

"Dengan hampir rampungnya penyaluran bantuan pangan, stok Minyakita pemerintah yang dikelola Bulog selanjutnya bakal disalurkan seluruhnya ke pasar-pasar rakyat," ungkapnya. 

Bapanas meyakini, penggencaran distribusi bantuan pangan akan membantu intervensi pengendalian harga pangan pokok strategis. Terlebih, pemerintah juga tengah berupaya menderaskan pasokan Minyakita bagi masyarakat, terutama ke pasar rakyat. 

"Kami telah meminta Bulog untuk segera mengeksekusi bantuan pangan sampai Juni. Nah kalau bisa dikeluarkan, tentu bisa akan mengendalikan posisi harga, menstabilkan harga beras sekaligus menstabilkan harga minyak goreng tentunya," ucap Ketut.

"Karena apa? Minyak goreng yang harus didistribusikan pada bantuan pangan tersebut kurang lebih 132,9 ribu kiloliter. Itu banyak. Jadi kalau bisa serentak dikeluarkan sampai Juni, itu artinya akan bisa secara langsung dan tidak langsung mengendalikan harga Minyakita," tambah dia.

Ketut juga memastikan anggaran pelaksanaan program bantuan pangan telah tersedia di Bapanas. Totalnya Rp 14,074 triliun sebagai salah satu bukti keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan sokongan pangan sebagai bantalan ekonomi.

Di sisi lain, rencana penyesuaian HET Minyakita oleh pemerintah masih perlu mempertimbangkan harga keekonomian minyak goreng saat ini. 

"Besaran HET dan waktu penerapannya juga akan melihat perkembangan harga minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO)," tukasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI