Serangan Israel Hantam Kamp Pengungsi di Gaza, Tewaskan Sedikitnya 7 Orang
SinPo.id - Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas setelah serangan udara Israel menghantam sebuah kamp tenda yang menampung warga Palestina terlantar di Gaza City, Sabtu 6 Juni 2026.
Menurut keterangan Badan Pertahanan Sipil Gaza, serangan tersebut juga menyebabkan sedikitnya 15 orang lainnya mengalami luka-luka. Sebagian korban yang mengalami kondisi kritis saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Al-Shifa.
Laporan dari lokasi menyebutkan perempuan dan anak-anak termasuk di antara para korban dalam serangan yang menghantam area pengungsian tersebut.
Serangan itu terjadi di kawasan yang berada dekat kompleks sekolah milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang selama ini digunakan sebagai tempat penampungan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik berkepanjangan.
Warga setempat menggambarkan suasana kepanikan setelah ledakan besar mengguncang lokasi. Banyak penghuni kamp berlarian keluar dari tenda untuk menyelamatkan diri, sementara kendaraan sipil dikerahkan guna mengangkut korban ke rumah sakit terdekat.
Menurut saksi mata, serangan menghantam sebuah tenda yang berada di samping tenda lain yang saat itu diduga sedang digunakan untuk acara pernikahan.
Petugas penyelamat yang tiba di lokasi segera melakukan evakuasi korban dan memeriksa puing-puing tenda yang hancur akibat ledakan.
Militer Israel mengonfirmasi telah melakukan operasi di wilayah tersebut. Dalam pernyataannya, pihak militer menyebut target serangan adalah individu yang mereka identifikasi sebagai anggota kelompok bersenjata.
Namun, militer Israel tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait identitas target maupun bukti yang mendukung klaim tersebut.
Serangan terbaru ini memicu kecaman dari Hamas. Juru bicara Hamas, Hazam Qassem, menyebut insiden tersebut sebagai "pembantaian mengerikan" terhadap warga sipil dan menuduh Israel terus meningkatkan operasi militernya di Jalur Gaza.
Pada hari yang sama, beberapa serangan lain juga dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Gaza. Salah satunya di Khan Younis, Gaza selatan, yang menewaskan seorang pria yang menurut keluarga dijadwalkan menikah pada hari itu.
“Keluarga sudah bersiap merayakan pernikahannya. Kini kami justru menghadiri pemakamannya,” ujar salah seorang kerabat korban kepada media internasional.
Peristiwa ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung untuk mempertahankan gencatan senjata yang mulai berlaku pada Oktober tahun lalu.
Sementara itu, Hamas bersama sejumlah faksi Palestina diketahui menggelar pertemuan di Kairo, Mesir, dengan para mediator guna membahas implementasi penuh kesepakatan gencatan senjata dan masa depan Jalur Gaza.
Dalam agenda pertemuan tersebut, Hamas disebut akan mendorong pembukaan kembali perbatasan, peningkatan akses bantuan kemanusiaan, serta membahas tahapan lanjutan perjanjian yang mencakup pengurangan kehadiran militer dan berbagai langkah keamanan lainnya.
Namun, serangan terbaru di Gaza City dinilai semakin memperumit proses tersebut dan menambah ketidakpastian terhadap keberlangsungan gencatan senjata yang selama ini sudah beberapa kali menghadapi pelanggaran dari kedua belah pihak.
Situasi kemanusiaan di Gaza juga terus menjadi perhatian dunia internasional, mengingat jutaan warga masih bergantung pada bantuan kemanusiaan dan tinggal di kamp-kamp pengungsian akibat konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
