Polri Utamakan Edukasi di Operasi Patuh, Pelanggar Berat Ditindak Tegas
SinPo.id - Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho kembali menegaskan, bahwa pelaksanaan Operasi Patuh 2026 yang akan dimulai Senin, 8 Juni 2026 tetap mengedepankan pendekatan humanis, preventif, dan edukatif sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
"Prinsip kegiatan kita adalah mengutamakan humanis, preventif, dan edukasi," kata Agus dalam keterangannya, Sabtu, 6 Juni 2026.
Namun, kata Agus, untuk pelanggaran berat yang berpotensi menimbulkan fatalitas kecelakaan lalu lintas, maka akan dilakukan penindakan tegas dan terukur.
"Tetapi pada pelanggaran-pelanggaran tertentu kami juga harus tegas. Salah satu contohnya adalah melawan arus, tidak memakai helm, menggunakan handphone saat berkendara," ucapnya.
Seperti diketahui, Operasi Patuh 2026 akan dimulai 8-21 Juni 2026. Operasi ini, 60 persen mengedepankan penegakan hukum berbasis digital atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Adapun sasaran operasi ini adalah, pengendara tidak menggunakan helm SNI dan safety belt, pengendara di bawah umur, penggunakan handphone saat berkendara, perboncengan lebih dari satu orang, knalpot tidak sesuai dengan spesifikasi standar kendaraan, berkendara dalam pengaruh alkohol, kendaran over dimensi overload, berkendara melebihi batas kecepatan, dan melawan arah.

