Dishub DKI Perluas Tarif Integrasi  Transjabodetabek

Laporan: Sigit Nuryadin
Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:39 WIB
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan perluasan skema tarif integrasi dan peningkatan layanan transportasi umum sebagai langkah mengantisipasi dampak rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek. 

Kebijakan itu disiapkan untuk menjaga minat masyarakat, terutama warga daerah penyangga Jakarta, agar tetap beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin, mengatakan salah satu langkah yang akan ditempuh ialah memperluas cakupan tarif integrasi maksimal Rp10 ribu yang saat ini diakses melalui aplikasi JakLingko.

“Seperti tarif maksimum Rp10.000 dalam tiga jam yang diakses melalui aplikasi JakLingko agar mencakup seluruh rute Transjabodetabek,” kata Budi, Sabtu, 6 Juni 2026.

Menurut dia, tarif integrasi Rp10 ribu merupakan skema biaya maksimum yang dikenakan kepada penumpang yang menggunakan lebih dari satu moda transportasi umum dalam satu perjalanan berkelanjutan, seperti kombinasi layanan Transjakarta, MRT, dan LRT. 

"Namun, fasilitas tersebut saat ini baru dapat dimanfaatkan pengguna yang bertransaksi melalui aplikasi JakLingko," ungkapnya. 

Selain memperluas skema tarif integrasi, kata dia, Dishub DKI juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai alasan dan urgensi penyesuaian tarif. 

Sosialisasi itu, kata Budi, akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar perubahan kebijakan dapat dipahami oleh pengguna transportasi umum.

Dia juga menyampaikan, Dishub DKI menyiapkan peningkatan kualitas layanan, mulai dari kepastian jadwal keberangkatan hingga perbaikan akses menuju dan dari titik transit. Menurutnya, langkah itu penting untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan sekaligus memangkas waktu tempuh penumpang.

“Termasuk integrasi fisik yang aman dengan halte atau stasiun serta menyediakan rute pengumpan agar penumpang mudah mencapai titik akhir tujuan,” ujar Budi.

Di tengah rencana penyesuaian tarif tersebut, lanjut dia, pemerintah daerah tetap mengalokasikan subsidi besar untuk layanan Transjabodetabek. Budi menyebutkan nilai subsidi yang disiapkan pada 2026 mencapai Rp401,08 miliar.

“Untuk subsidi per pelanggan, rata-rata Rp12.258,” ucapnya. 

Kendati demikian, Budi menilai pengembangan layanan Transjabodetabek sejauh ini tidak menghadapi hambatan signifikan. Menurut dia, tantangan yang masih perlu diselesaikan terutama berkaitan dengan koordinasi penyediaan sarana dan prasarana pendukung serta pembiayaan operasional.

“Masih diperlukan koordinasi lebih lanjut dalam hal penyediaan sarana prasarana dan operasional, seperti pembangunan halte hingga terkait subsidi,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI