BMKG: Waspadai Potensi Hujan di Tengah Penguatan Massa Udara Kering

Laporan: Tim Redaksi
Kamis, 04 Juni 2026 | 07:46 WIB
Ilustrasi hujan (SinPo.id/Pixabay)
Ilustrasi hujan (SinPo.id/Pixabay)

SinPo.id -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dalam sepekan ke depan, periode 2–8 Juni 2026.

BMKG mencatat, “Dalam beberapa hari terakhir, BMKG memantau adanya penguatan Monsun Australia yang berperan dalam membawa massa udara kering di sebagian wilayah Indonesia. Kondisi ini berdampak pada berkurangnya pembentukan awan, terutama pada pagi hingga siang hari, sehingga penyinaran matahari ke permukaan menjadi lebih optimal.”

Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat masih teramati di sejumlah daerah. Curah hujan tertinggi pada akhir Mei tercatat di Maluku (102,5 mm/hari), Sulawesi Tengah (70,5 mm/hari), DKI Jakarta (70,4 mm/hari), Papua Selatan (63,0 mm/hari), Sumatra Utara (59,8 mm/hari), dan Papua Pegunungan (40,8 mm/hari).

BMKG juga menyoroti dinamika atmosfer yang kompleks, termasuk aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Jangmi. Kondisi ini berkontribusi terhadap peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah.

Untuk periode 2–4 Juni, hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Banten, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Sementara itu, Jawa Barat masuk kategori Siaga hujan lebat–sangat lebat. Pada periode 5–8 Juni, Papua Pegunungan diprediksi mengalami hujan lebat dengan status Siaga, sedangkan angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah termasuk Aceh, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. “Menghadapi potensi cuaca signifikan yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari kedepan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.”

Selain itu, masyarakat di wilayah yang memasuki musim kemarau diingatkan untuk menjaga kesehatan dengan menggunakan pelindung dari sinar matahari dan mencukupi cairan tubuh. BMKG menekankan bahwa musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan, sehingga masyarakat tetap perlu waspada terhadap perubahan cuaca sewaktu-waktu.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI