Jaga Integritas, BRIN Minta Hindari Praktik Manipulatif dalam Riset

Laporan: Tio Pirnando
Rabu, 03 Juni 2026 | 14:39 WIB
Kepala BRIN, Arif Satria (SinPo.id/ Dok. BRIN)
Kepala BRIN, Arif Satria (SinPo.id/ Dok. BRIN)

SinPo.id - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, menekankan pentingnya menjaga standar etika dan menghindari praktik manipulatif dalam aktivitas akademik dan riset. Setiap karya dan capaian riset, harus dihasilkan sesuai kaidah ilmiah dan standar yang berlaku agar reputasi tetap terjaga di mata publik maupun global.

"Integritas menjadi modal terbesar yang menentukan kepercayaan, reputasi, dan kredibilitas individu maupun institusi. Modal terbesar dalam hidup kita adalah trust, dan trust dibangun karena integritas. Integritas dibangun karena karakter," kata Arif dalam keterangannya, Rabu, 3 Juni ini 2026. 

Selain integritas, Arif mengingatkan pentingnya kompetensi dan semangat belajar sebagai bekal menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlangsung cepat. 

Untuk itu, ia mendorong seluruh pegawai BRIN terus menjadi pembelajar yang adaptif terhadap perubahan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan kerja dan masyarakat.

Menurut Arif, Indonesia membutuhkan talenta riset yang tidak hanya unggul dalam publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi berdampak yang menjawab kebutuhan masyarakat, memperkuat daya saing bangsa, dan mendukung kemandirian nasional di berbagai sektor strategis.

"Indonesia membutuhkan talenta riset yang tidak hanya unggul dalam publikasi, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang berdampak, menjawab kebutuhan masyarakat, serta memperkuat daya saing bangsa," pungkasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI