Rano Minta Data Gorong-gorong Tua Usai Jalan di Lenteng Agung Amblas

Laporan: Sigit Nuryadin
Selasa, 02 Juni 2026 | 23:37 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di Lokasi Jalan Lenteng Agung yang Amblas (Foto: SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di Lokasi Jalan Lenteng Agung yang Amblas (Foto: SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id -  Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) segera menginventarisasi gorong-gorong bawah jalan yang telah berusia puluhan tahun setelah insiden jalan amblas di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Menurut Rano, masih banyak saluran bawah jalan di Jakarta yang menggunakan material armco atau pipa gorong-gorong baja yang telah berumur lebih dari 30 tahun. 

Dia menilai, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan serupa jika tidak segera ditangani.

"Kita harus bicara pahit. Kalau terjadi lagi, kita harus tahu apa yang harus kita lakukan," kata Rano, Selasa, 2 Juni 2026.

Rano menjelaskan, penyebab kerusakan berasal dari armco saluran air di bawah badan jalan yang mengalami keropos akibat faktor usia.

"Di bawah jalan itu terdapat saluran yang mengalirkan air dari Waduk UI Depok," ujarnya.

Pemprov DKI, kata Rano, kemudian mengganti bagian gorong-gorong yang rusak dengan boks culvert berbahan beton K-400. Menurutnya, pada bagian permukaan jalan juga dilakukan betonisasi untuk memperkuat konstruksi.

Lebih lanjut, Rano mengapresiasi proses perbaikan yang berlangsung cepat. Menurut dia, jalan yang menjadi penghubung Jakarta dan Depok itu telah kembali dapat dilintasi kendaraan setelah pekerjaan dilakukan selama beberapa hari.

"Saya sangat surprise, dalam waktu lima hari jalan ini sudah bisa dilalui dengan kondisi yang cukup baik," tutur Rano. 

Kendati demikian, Rano mengatakan pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Dia menyampaikan, pemerintah masih harus merapikan bahu jalan dan membersihkan sisa material proyek agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Rano juga menilai percepatan penanganan diperlukan karena ruas Lenteng Agung merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan Jakarta dengan Depok. 

"Selama proses perbaikan, pemerintah sempat menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengakomodasi penggunaan alat berat di lokasi," ucap dia. 

Rano juga mengapresiasi kinerja Dinas SDA dan Dinas Bina Marga yang menyelesaikan perbaikan dalam waktu singkat. Namun, dia menegaskan langkah mitigasi terhadap infrastruktur bawah tanah yang telah menua perlu menjadi perhatian agar kejadian serupa tidak berulang di lokasi lain di Jakarta.

 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI