Legislator DKI Soroti Ancaman Individualisme pada Generasi Muda
SinPo.id - Anggota DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengingatkan generasi muda agar tidak kehilangan semangat kebangsaan di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi digital.
Menurut dia, peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
"Di tengah modernisasi yang bergerak sangat cepat, Pancasila menjadi jangkar yang menjaga kita tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan," kata Yuke dalam keterangannya dikutip Selasa, 2 Juni 2026.
Yuke menilai tantangan yang dihadapi anak muda saat ini berbeda dibandingkan masa perjuangan para pahlawan. Jika dahulu perjuangan dilakukan melawan penjajahan, kata dia, kini generasi muda menghadapi derasnya informasi digital, meningkatnya individualisme, serta berbagai persoalan sosial seperti judi online dan krisis kesehatan mental.
Menurut Yuke, kondisi tersebut menuntut generasi muda untuk semakin aktif mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan.
Jakarta, kata Yuke, menjadi contoh keberagaman yang perlu dijaga melalui semangat toleransi dan gotong royong.
"Jakarta adalah miniatur Indonesia. Semua suku, budaya, dan latar belakang berkumpul di kota ini. Saya mengajak anak-anak muda Jakarta untuk mencintai Pancasila dengan cara yang nyata dan relevan dengan perkembangan zaman," ujarnya.
Yuke menuturkan, penerapan nilai Pancasila dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas positif, mulai dari bergabung dalam komunitas, mengikuti kegiatan sosial, hingga membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dan toleransi di ruang digital.
"Mencintai Pancasila bisa melalui kolaborasi kreatif, menjaga toleransi di media sosial, menjauhi tawuran, serta peduli terhadap lingkungan sekitar. Jangan biarkan sikap individualistis mengikis budaya gotong royong yang menjadi jati diri bangsa," ucap Yuke.
Selain itu, Yuke memastikan DPRD DKI Jakarta akan terus mendorong pemerintah daerah menyediakan lebih banyak ruang publik yang ramah bagi generasi muda. Menurutnya, ruang tersebut dapat menjadi sarana interaksi sosial sekaligus memperkuat nilai kebangsaan, toleransi, dan inklusivitas di kalangan anak muda.
"Peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan mendorong generasi muda untuk menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era digital," tandasnya.
