Kementerian PU Catat Progres Jembatan Kemang Pratama Sudah 92 Persen
SinPo.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyampaikan, progres pembangunan Jembatan Kemang Pratama di Kota Bekasi, Jawa Barat, hingga 28 Mei 2026, telah mencapai 92,91 persen atau lebih cepat dari target rencana sebesar 85,96 persen dengan deviasi positif sebesar 6,95 persen. Pengerjaan ini dilaksanakan dengan skema Multi Years Contract (MYC) selama 300 hari kalender sejak 31 Oktober 2025, ditargetkan selesai pada Agustus 2026.
"Sementara progres pekerjaan tahun berjalan 2026 mencapai 92,06 persen atau lebih tinggi dari target 84,06 persen dengan deviasi positif sebesar 7,97 persen," kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya, Senin, 1 Juni 2026.
Menurut Dody, keberadaan Jembatan Kemang Pratama di Kota Bekasi ini, sebagai upaya memulihkan konektivitas kawasan yang sempat terganggu akibat kerusakan jembatan karena banjir. Penanganan ini diharapkan dapat kembali memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas strategis antara Tol Bekasi Barat dan Tol Jatiasih.
Dia mengatakan, pembangunan kembali Jembatan Kemang Pratama menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga, terutama pada kawasan perkotaan dengan mobilitas tinggi.
"Jembatan ini dibangun untuk memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya operasional kendaraan, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Manfaatnya harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Dody.
Adapun Jembatan Kemang Pratama sebelumnya mengalami kerusakan pada bagian abutmen akibat tergerus aliran air saat curah hujan tinggi pada Maret 2025 lalu. Kerusakan ini menyebabkan terganggunya arus lalu lintas di kawasan Bekasi Selatan dan sekitarnya, termasuk akses menuju kawasan permukiman, pusat kegiatan ekonomi, hingga akses menuju jalan tol.
Meskipun jembatan ini dalam pengelolaan pemerintah Kota Bekasi, namun penanganan pembangunannya dilaksanakan oleh pemerintah pusat melalui BBPJN DKI Jabar, Kementerian PU. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk percepatan penanganan infrastruktur vital yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari.
Keberadaan jembatan juga untuk mempercepat pergerakan orang dan barang sehingga mendukung pengembangan ekonomi kawasan Bekasi dan sekitarnya. Selain menghubungkan kawasan permukiman padat, jembatan ini menjadi akses penting menuju jaringan jalan tol yang menunjang aktivitas komuter dan distribusi logistik.
Konstruksi jembatan menggunakan struktur steel box girder pada bentang utama sepanjang 78 meter. Struktur bangunan bawah menggunakan pondasi borepile diameter 80 cm dengan beton struktur FC’30 guna meningkatkan kekuatan dan ketahanan konstruksi terhadap beban lalu lintas perkotaan yang tinggi.
Total panjang penanganan pembangunan mencapai 410 meter dengan lebar jembatan 7 meter. Selain pembangunan bentang utama, pekerjaan juga mencakup penanganan oprit pada kedua sisi jembatan, yakni Oprit A1 sepanjang 20 meter dan Oprit A2 sepanjang 230 meter. Metode erection steel box girder telah selesai dilaksanakan dan saat ini pekerjaan difokuskan pada tahap penyelesaian akhir.
Pekerjaan yang tengah berlangsung meliputi penyelesaian rigid pavement untuk oprit dan jalan di luar bentang utama jembatan dan finishing aspal pada bentang utama jembatan.
Di tengah pelaksanaan konstruksi yang berada di kawasan padat perkotaan, BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat terus melakukan koordinasi dan sosialisasi bersama Pemerintah Kota Bekasi, Dinas Perhubungan, Kepolisian, serta masyarakat sekitar guna memastikan pengaturan lalu lintas berjalan lancar selama masa pekerjaan.
Untuk mendukung kelancaran proses konstruksi dan menjaga keamanan pengguna jalan telah dilakukan sejumlah rekayasa lalu lintas. Antara lain pengalihan arus dari arah Jatiasih/Galaxy menuju Kemang Pratama melalui Jalan Ki Ijon Bin Beih menuju Simpang PPI.
Kemudian, pengaturan akses keluar masuk Perumahan Kemang Pratama melalui Gerbang Kemang Pratama 3 di Jalan Siliwangi, serta pengalihan kendaraan dari arah Pekayon menuju Galaxy/Jatiasih melalui Bundaran Kemang Pratama guna mengurangi kepadatan lalu lintas.
