Komisi IV DPR Soroti Munculnya Narasi Berlebihan Terkait Ancaman Krisis Pangan
SinPo.id - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menyoroti munculnya berbagai narasi berlebihan terkait ancaman krisis pangan maupun fenomena iklim yang berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat apabila tidak disampaikan secara proporsional.
Menurutnya, narasi berlebihan tersebut dapat mendistorsi upaya swasembada pangan nasional yang saat ini tengah dijalankan pemerintah bersama petani dan seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian.
“Kita harus menyampaikan informasi secara objektif. Jangan sampai muncul kesan pesimis sementara data menunjukkan berbagai indikator justru bergerak ke arah yang positif. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang utuh dan berimbang,” kata Abdul, dalam keterangan persnya, Senin, 1 Juni 2026.
Ia menjelaskan, berbagai tantangan seperti perubahan iklim, cuaca ekstrem, hingga dinamika ekonomi dunia memang harus diantisipasi. Namun tantangan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk meragukan kemampuan petani Indonesia dalam memperkuat produksi pangan dalam negeri.
“Setiap negara menghadapi tantangan yang sama. Yang membedakan adalah bagaimana negara tersebut merespons tantangan itu," ungkapnya.
"Saya melihat pemerintah bersama petani terus bekerja meningkatkan produksi, memperbaiki irigasi, memperkuat sarana produksi, dan meningkatkan produktivitas. Karena itu kita perlu membangun optimisme yang kuat berbasis data,” kata Abdul menambahkan.
Ia menilai, perbedaan pandangan dan kritik terhadap kebijakan merupakan bagian dari demokrasi. Namun harus dibangun di atas data dan fakta, bukan membentuk narasi atau persepsi yang melemahkan kepercayaan publik terhadap kemampuan bangsa dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
"Kritik tentu penting, tetapi jangan sampai berubah menjadi narasi yang mendistorsi kerja keras petani dan seluruh stakeholder yang sedang berjuang memperkuat kemandirian pangan nasional,” tegasnya.
Oleh sebab itu, mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga optimisme dan memperkuat persatuan dalam mengawal agenda swasembada pangan nasional.
“Perjalanan menuju swasembada memang tidak selalu mudah. Namun bangsa ini memiliki modal yang besar, mulai dari sumber daya alam, petani yang tangguh, dukungan teknologi, hingga komitmen pemerintah. Yang dibutuhkan saat ini adalah kerja sama dan keyakinan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya,” tandasnya.
