Yasinta Moiwend Bantah Naik Private Jet dan Diintimidasi Saat di Jakarta

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 01 Juni 2026 | 10:52 WIB
Yasinta Moiwend Bantah di Jakarta (Sinpo.id/istimewa)
Yasinta Moiwend Bantah di Jakarta (Sinpo.id/istimewa)

SinPo.id - Tokoh masyarakat adat Papua, Yasinta Moiwend, membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya menggunakan pesawat jet pribadi saat terbang ke Jakarta. Tuduhan yang beredar luas di media sosial itu disebutnya sebagai fitnah yang tidak sesuai dengan fakta.

Perempuan yang akrab disapa Mama Sinta itu menegaskan dirinya datang ke Jakarta menggunakan pesawat komersial bersama penumpang lainnya. Ia mengaku tidak pernah menggunakan pesawat jet pribadi sebagaimana yang dituduhkan sejumlah pihak.

“Saya ke Jakarta naik pesawat biasa bersama dengan puluhan penumpang lainnya. Saya tidak tahu, tidak pernah lihat pesawat jet, tidak pernah naik pesawat itu,” kata Mama Sinta kepada wartawan, Minggu, 30 Mei 2026.

Selain membantah tuduhan penggunaan private jet, Yasinta juga menepis kabar yang menyebut dirinya berada dalam pengawasan ketat atau mendapat intimidasi setelah melaporkan dugaan pencatutan dirinya dalam film Pesta Babi ke Polda Metro Jaya pada Jumat (29/5).

Menurut Yasinta, selama berada di Jakarta ia bebas beraktivitas, termasuk menghadiri ibadah di gereja dan bepergian ke sejumlah tempat tanpa pembatasan dari pihak mana pun.

“Saya di Jakarta bebas, tidak ditahan atau diintimidasi pihak mana pun. Ke Bogor, saya bebas jalan ke mana saja, tidak ada yang batasi saya. Saya sudah tujuh kali datang ke Jakarta, jadi saya sudah tahu jalan-jalannya,” ujarnya.

Yasinta mengaku menghabiskan akhir pekannya dengan mengikuti ibadah di gereja. Dalam sebuah video yang beredar, ia juga terlihat menikmati makanan di sebuah rumah makan usai beribadah.

“Saya lagi makan bebek goreng, enak banget saya makan. Dari kemarin Mama ke gereja, Mama ibadah. Suasananya bagus, indah, senang, segar. Hari ini hari Minggu saya ibadah lagi, hati saya segar, tidak ada rasa beban,” tuturnya.

Ia pun meminta keluarga dan kerabatnya di Papua, khususnya di Merauke dan Wanam, untuk tidak khawatir terkait kondisi dan keselamatannya.

“Untuk keluarga saya di Merauke, di Wanam, di mana saja, jangan khawatir dengan saya. Saya di sini aman-aman saja,” tegas Yasinta.

Sebelumnya, Yasinta mengaku merasa dijebak dalam proses pembuatan film Pesta Babi. Ia menilai dirinya dimanfaatkan karena sejumlah rekaman video dirinya ditampilkan dalam film tersebut tanpa adanya komunikasi terkait rencana penayangan.

Atas dasar itu, Yasinta datang ke Jakarta dan melaporkan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Merauke, Johnny Teddy Wakum, ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

BERITALAINNYA
BERITATERKINI