Wamendagri Ingatkan Bonus Demografi Tak Abadi

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 31 Mei 2026 | 19:34 WIB
Wamendagri, Bima Arya, tinjau pameran APFI 2026. (Agus Priatna/SinPo.id)
Wamendagri, Bima Arya, tinjau pameran APFI 2026. (Agus Priatna/SinPo.id)

SinPo.id - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengingatkan generasi muda agar tidak menyia-nyiakan momentum bonus demografi yang saat ini dimiliki Indonesia. 

Menurut dia, peluang tersebut hanya dapat menghasilkan kemajuan ekonomi jika didukung oleh sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing.

Hal itu disampaikan Bima dalam Kongres IV Blok Pelajar Politik Merdeka di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

“Saat ini kita tengah mendapatkan bonus demografi ketika yang produktif lebih banyak daripada lansia dan anak-anak. Tapi, bonus demografi ini enggak selamanya,” kata Bima dalam keterangannya, Minggu, 31 Mei 2026.

Bima mengatakan berbagai lembaga internasional memproyeksikan Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada masa mendatang. Namun, menurut dia, peluang tersebut tidak akan tercapai tanpa kualitas sumber daya manusia yang mampu mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena itu, dia meminta generasi muda mempersiapkan diri sejak dini dengan meningkatkan kapasitas dan kompetensi yang dimiliki. Pelajar, kata dia, juga perlu memiliki arah hidup yang jelas dan tidak terjebak dalam kebingungan menentukan masa depan.

Menurut Bima, tantangan yang dihadapi generasi muda tidak hanya berkaitan dengan pengembangan kemampuan individu, tetapi juga menyangkut kepedulian terhadap lingkungan sosial. Dia menilai anak muda perlu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang muncul di masyarakat.

Bima juga menekankan pentingnya kemampuan membangun jejaring dan kolaborasi di tengah perubahan yang berlangsung cepat. Menurut dia, kemampuan bekerja sama akan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pada masa depan.

“Ingat kata-kata saya. Masa depan akan dimiliki orang-orang yang terampil untuk menggunakan jejaring dan berkolaborasi,” ujarnya.

Selain itu, dia mendorong pelajar untuk memperluas wawasan global tanpa meninggalkan identitas kebangsaan. Generasi muda, kata dia, harus mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia sekaligus menjaga nilai-nilai yang menjadi jati diri bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Bima juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan setiap peluang yang muncul untuk mengembangkan diri. Dia menilai banyak tokoh yang berhasil di berbagai bidang karena mampu membaca dan memanfaatkan momentum secara tepat.

“Semua tokoh-tokoh besar adalah orang-orang yang hebat memanfaatkan momentum. Semua politisi, ilmuwan, pengusaha, itu mereka paham momentum,” kata Bima.

Menurut dia, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan yang dimiliki seseorang, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar, bergerak, dan mengambil kesempatan yang tersedia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI