Kemenhaj Siagakan MCR di Jamarat untuk Amankan Fase Mina

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 29 Mei 2026 | 08:27 WIB
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff (SinPo.id/YouTube Kemenhaj)
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff (SinPo.id/YouTube Kemenhaj)

SinPo.id - Kementerian Haji dan Umrah memperkuat layanan perlindungan jemaah haji Indonesia selama fase Mina dengan menyiagakan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat. Tim khusus ini bertugas memberikan pertolongan pertama, evakuasi darurat, dan membantu mengurai kepadatan jemaah saat lontar jumrah pada hari Tasyrik.

“MCR atau Mobile Crisis Rescue adalah tim khusus dan posko dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji yang disiagakan di kawasan Jamarat, Mina. Tim ini bertugas memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi darurat, dan membantu mengurai kepadatan jemaah selama puncak ibadah haji,” ujar Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff, dalam keterangannya, Jumat, 29 Maret 2026.

Menurut Maria, posko MCR ditempatkan di titik-titik strategis area Jamarat dan rute perlintasan jemaah agar petugas bisa memantau langsung dan merespons cepat kondisi darurat. 

“MCR dibentuk khusus untuk merespons kondisi darurat, termasuk penanganan jemaah yang pingsan, tersesat, mengalami kelelahan ekstrem, hingga evakuasi jemaah lansia dan penyandang disabilitas,” jelasnya.

Keberadaan MCR disebut sebagai bagian dari komitmen Kemenhaj mewujudkan penyelenggaraan haji yang aman, tertib, ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan.

“Pelindungan jemaah adalah prioritas. Petugas tidak hanya berada di tenda, tetapi juga disiagakan di jalur pergerakan, pos pantau, dan titik-titik berpotensi kepadatan. Setiap jemaah yang butuh bantuan harus segera ditangani,” katanya.

Pada 11 Dzulhijjah 1447 H, jemaah haji Indonesia mulai melaksanakan lontar tiga jamarah, yaitu Ula, Wustha, dan Aqabah. Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah untuk mengikuti jadwal lontar yang telah ditetapkan bagi masing-masing kloter dan tidak melaksanakan lontar di luar jadwal resmi.

Adapun pada 11 Dzulhijjah, pelaksanaan lontar jumrah dijadwalkan dalam dua sesi, yakni sesi pertama pada 11 Dzulhijjah pukul 17.00 sampai dengan 24.00 waktu Arab Saudi, dan sesi kedua pada 12 Dzulhijjah pukul 00.00 sampai dengan 04.00 waktu Arab Saudi. Waktu larangan melontar pada 11 Dzulhijjah berlaku pukul 11.00 sampai dengan 18.00 waktu Arab Saudi.

Pada 12 Dzulhijjah, pelaksanaan lontar jumrah dijadwalkan dalam dua sesi, yaitu pukul 05.00 sampai dengan 10.30 waktu Arab Saudi dan pukul 18.00 sampai dengan 24.00 waktu Arab Saudi. Waktu larangan melontar pada 12 Dzulhijjah berlaku pukul 11.00 sampai dengan 14.00 waktu Arab Saudi.

Sementara pada 13 Dzulhijjah, pelaksanaan lontar jumrah dijadwalkan pukul 05.00 sampai dengan 12.00 waktu Arab Saudi, dan tidak ada waktu larangan khusus sebagaimana tercantum dalam jadwal resmi.

“Jangan terburu-buru dan jangan memaksakan diri. Ikuti jadwal, gunakan jalur resmi, dan jangan memisahkan diri dari rombongan. Keselamatan jemaah harus jadi perhatian bersama,” kata Maria.

Untuk memperkuat layanan, Kemenhaj menyiagakan 1.356 Petugas Satgas Mina di titik pantau Jalan 616, Jalan 533, depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627, gawang Terowongan Muaisim Turki, pos MCR bawah-atas, hingga pos pemantauan arus kepulangan dari Jamarat.

Maria juga mengingatkan kondisi cuaca Mina siang hari masih panas. Jemaah diminta menjaga kesehatan, gunakan pelindung kepala, perbanyak minum, dan batasi aktivitas fisik.

“Kami minta keluarga kloter, ketua rombongan, dan sesama jemaah memberi perhatian lebih ke lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah berisiko kesehatan tinggi. Jika ada jemaah kelelahan atau terpisah, segera lapor petugas terdekat,” pungkasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI