Soal Kurban Presiden, Menag: Tidak Boleh Ada Kelaparan, Apapun Agamanya
SinPo.id - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar turut menanggapi sorotan publik mengenai 1.098 ekor hewan kurban yang disalurkan Presiden Prabowo Subianto, salah satunya ke Masjid Istiqlal, menggunakan dana bantuan kemasyarakatan presiden (Banpres) mencapai sekitar Rp100 miliar. Meski tidak menjawab secara gamblag, Nasaruddin menekankan, daging hewan kurban dididistribusikan untuk masyarakat yang paling membutuhkan.
"Kita tujuan Idul Kurban itu sama dengan Idul Fitri. Kata Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, tidak boleh ada orang yang kelaparan tidak makan pada hari raya," kata Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 28 Mei 2026.
Nasaruddin melanjutkan, semua harus kenyang pada hari raya dengan cara mengkonsumsi karbohidrat. Dan, di Idul Adha, ialah mengkonsumsi protein hewani.
"Nah, diharapkan pada hari bulan-bulan kurban ini tidak ada orang yang tidak bisa mengkonsumsi daging," ujar.
Lagi pula, tegas Imam Besar Masjid Istiqlal ini, daging hewan kurban tidak hanya didistribusikan kepada muslim saja, tapi juga seluruh umat yang kelaparan. Dan, di Masjid Istiqlal juga menerima sumbangan hewan kurban dari lembaga non-muslim. Hal ini untuk membantu masyarakat yang membutuhkan gizi dan protein.
"Kurban itu bukan hanya untuk umat islam lho ya. Tetapi siapapun yang kelaparan, siapapun membutuhkan. Itu ada Hadis Nabi, ada seorang perempuan Yahudi kelaparan pada hari itu, kata Rasulullah 'tidak boleh ada yang kelaparan, apapun agamanya. Ambilkan dari miliknya Masjid untuk dibagikan kepada mereka (yang kelaparan)'," tukasnya.

