Sembelih 78 Hewan Kurban, Masjid Istiqlal Pastikan Tak Ada Darah Mengalir ke Sungai

Laporan: Tio Pirnando
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:13 WIB
Ilustrasi penyembelihan heman kurban di Masjid Istiqlal. (SinPo.id/dok. Kemenag)
Ilustrasi penyembelihan heman kurban di Masjid Istiqlal. (SinPo.id/dok. Kemenag)

SinPo.id - Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar meminta panitia yang bertugas menyembelih 65 ekor sapi dan 13 ekor kambing, agar dipastikan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan syariat Islam, serta ramah lingkungan. Panitia harus menjaga kebersihan kawasan dan memastikan target zero accident selama proses pemotongan berlangsung.

"Kita selama ini mengampanyekan betapa pentingnya memelihara ekoteologi lingkungan hidup. Jangan sampai ada setetes darah hewan kurban yang mengalir atau bocor ke sungai. Selesai penyembelihan, taman-taman di sekitar sini harus kembali bersih seperti sedia kala," kata Nasaruddin di Area Al-Aziz Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 28 Mei 2026. 

Nasaruddin mengatakan, penyembelihan hewan kurban dilakukan dengan memperhatikan ketentuan syariat dan kesejahteraan hewan (animal welfare). Proses pemotongan di Istiqlal menjadi model percontohan bagi masjid-masjid lain di Indonesia. Pemotongan ini dikawal langsung oleh sekitar 50 petugas dari tim Juru Sembelih Halal Amanah Rumah Potong Hewan (RPH). 

"Semuanya di sini serba standar. Pertama, sunat-sunatnya kita perhatikan, kepalanya menghadap ke kiblat. Badannya dibersihkan terlebih dahulu agar tidak ada najis yang melekat pada daging yang diberikan kepada jemaah," ujarnya.

Menteri Agama RI ini juga melarang tindakan yang berpotensi menyiksa hewan, termasuk menguliti hewan sebelum benar-benar terkonfirmasi mati. "Tidak boleh menyiksa binatang menjelang dipotong. Biarkan mati dulu," pesannya.

Sementara itu, Ketua Panitia Iduladha 1447 Hijriah, Mas'ud Halimin, menegaskan komitmen seluruh panitia dan tim lapangan untuk mematuhi SOP secara ketat. 

Pengelolaan limbah dari sisa pemotongan hewan kurban ditangani secara terpusat dan hati-hati agar tidak mencemari lingkungan, khususnya aliran sungai di sekitar masjid. Sehingga prinsip kelestarian alam dan kebersihan kawasan tetap terjaga dengan maksimal.

"Setiap pipa pembuangan di RPH yang mengarah ke sungai akan ditadah menggunakan plastik atau karung yang sejenisnya. Sehingga limbah hewan kurban tidak mengalir ke sungai. Semua sudah dialihkan ke septic tank RPH dan nantinya akan dibuang menggunakan jasa sedot limbah," ujar Mas'ud. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI