Menhaj Gaungkan Tri Sukses Haji sebagai Pedoman Utama Penyelenggaraan Ibadah

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 27 Mei 2026 | 07:16 WIB
Ilustrasi kota Makkah (SinPo.id/BPKH)
Ilustrasi kota Makkah (SinPo.id/BPKH)

SinPo.id - Puncak ibadah haji, wukuf di Arafah 9 Dzulhijjah 1447 H, berlangsung khidmat. Bertempat di tenda utama misi haji Indonesia, KH Acep Saefudin Chalim didaulat menjadi khatib wukuf. Dalam momentum sakral tersebut, Kementerian Haji dan Umrah Indonesia secara resmi menggaungkan semangat Tri Sukses Haji sebagai pedoman utama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf mengatakan, penyelenggaraan haji 1447 H berada dalam kerangka sejarah baru. Pemerintah berkomitmen hadir lebih fokus, lebih terarah, dan semakin dekat dengan jemaah.

"Tri sukses haji menjadi kompas kita dalam memberikan pelayanan. Kita ingin negara hadir memberikan kenyamanan, keamanan, dan keberkahan bagi seluruh jemaah," ujar Gus Irfan, dalam keterangannya, Rabu, 27 Mei 2026.

Gus Irfan merinci tiga pilar utama yang menjadi pedoman penyelenggaraan haji tahun ini. Yakni sukses ritual untuk menjamin setiap ibadah jemaah sah, tertib, dan dilaksanakan dengan khusyuk.

Sukses ekosistem ekonomi berupaya memberikan kemanfaatan nyata bagi negara, mendukung pelaku usaha, serta memastikan pengelolaan dana dam yang resmi dan transparan. 

Sedangkan sukses peradaban dengan menjadikan haji sebagai sarana pembentukan pribadi yang lebih sabar, disiplin, dan santun, yang pada akhirnya membawa dampak kebaikan bagi bangsa dan negara.

"Ini menjadi arah gerakan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini," kata dia.

Lebih lanjut Gus Irfan juga memaparkan berbagai terobosan layanan yang diterapkan tahun ini, di antaranya penerapan skema murur dan tanazul untuk kenyamanan mobilisasi jemaah. Kemudian peningkatan standar layanan konsumsi serta digitalisasi pengelolaan dam, hingga penguatan komitmen haji ramah lansia, sisabilitas, dan risti (risiko tinggi) sebagai bentuk perlindungan bagi jemaah rentan.

Gus Irfan turut menyampaikan pesan spiritual kepada seluruh jemaah, mengajak mereka memanfaatkan momentum wukuf untuk bermunajat dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

Terkait data jemaah haji 1447 H, Kemenhaj menyampaikan ada 202.551 jemaah reguler yang terbagi dalam 527 kelompok terbang (kloter). Kemudian terdapat 16.596 jemaah haji khusus.

Sedangkan petugas haji yang diterjunkan mencapai 2.098 personel yang tersebar untuk melayani dan mendampingi jemaah di seluruh titik layanan.

Dengan mengusung semangat Tri Sukses Haji, pemerintah berharap seluruh rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, hingga Mina dapat berjalan lancar, memberikan keberkahan, serta membentuk profil jemaah yang membawa perubahan positif bagi Indonesia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI