Pemprov DKI Periksa 458 Sampel Darah Hewan Kurban untuk Cegah Antraks

Laporan: Sigit Nuryadin
Selasa, 26 Mei 2026 | 22:58 WIB
Tempat Penampungan Hewan Kurban DKI Jakarta (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)
Tempat Penampungan Hewan Kurban DKI Jakarta (SinPo.id/Pemprov DKI Jakarta)

SinPo.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah dengan memeriksa ratusan sampel darah hewan dan tanah di lokasi penjualan. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang masuk ke Jakarta bebas dari penyakit menular.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan pengawasan telah dilakukan sejak sebelum Iduladha melalui koordinasi dengan daerah pemasok hewan kurban.

“Kami memastikan seluruh hewan yang masuk ke Jakarta bebas dari penyakit zoonosis seperti antraks, penyakit mulut dan kuku, orf, dan penyakit lainnya,” kata Hasudungan, Selasa, 26 Mei 2026.

Menurut dia, Dinas KPKP telah mengambil dan memeriksa 458 sampel darah hewan kurban serta sampel tanah dari lokasi penjualan untuk mendeteksi potensi penyebaran antraks.

Selain pengawasan kesehatan hewan, kata dia, Pemprov DKI juga memperkuat kesiapan sumber daya manusia untuk pelaksanaan penyembelihan kurban. 

Hasudungan mengatakan, Jakarta saat ini memiliki 484 juru sembelih halal dan tahun ini pemerintah menambah pelatihan bagi 80 orang.

"Pengawasan kurban tahun ini melibatkan total 744 petugas yang terdiri atas personel Dinas KPKP, dokter hewan, akademisi Fakultas Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, serta anggota Pramuka," ungkapnya. 

“Para petugas akan disebar ke enam wilayah hingga Kepulauan Seribu. Tahun ini kami menargetkan pemeriksaan di 892 lokasi pemotongan hewan kurban di seluruh Jakarta,” tambahnya. 

Dia pun menyatakan, pengawasan berlapis dilakukan untuk menjaga keamanan pangan asal hewan sekaligus memastikan pelaksanaan kurban berlangsung aman dan tertib bagi masyarakat.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI