Legislator PKB Dorong Pendidikan Kewirausahaan Tak Berhenti di Teori

Laporan: Juven Martua Sitompul
Selasa, 26 Mei 2026 | 14:35 WIB
Gedung DPR (wikipedia)
Gedung DPR (wikipedia)

SinPo.id -  Anggota Komisi VII DPR RI Eva Monalisa menegaskan pentingnya penguatan pendidikan kewirausahaan yang terintegrasi dengan akses pembiayaan, pendampingan bisnis, hingga konektivitas pasar bagi pelaku UMKM di Indonesia.

Demikian disampaikan Eva dalam dialektika demokrasi yang digagas Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR RI bertajuk 'Mencetak Entrepreneur Baru, Mendorong UMKM Naik Kelas'.

Menurutnya, pendidikan kewirausahaan tidak boleh hanya berhenti pada teori semata, melainkan harus mampu melahirkan entrepreneur yang siap berkembang dan naik kelas.

"Komisi VII DPR RI mendukung sekali pendidikan kewirausahaan. Namun ini tidak boleh hanya berhenti di teori. Harus terintegrasi dengan akses pembiayaan, inkubasi bisnis, dan konektivitas pasar agar benar-benar melahirkan entrepreneur yang selesai jadi," kata Eva di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.

Eva menjelaskan saat ini Indonesia masih membutuhkan banyak penguatan dalam sektor UMKM agar mampu bersaing dengan negara lain, termasuk Vietnam yang dinilai telah lebih maju dalam pengembangan UMKM.

Legislator dari Fraksi PKB ini menuturkan kebutuhan utama para pelaku UMKM bukan hanya modal usaha, tetapi juga akses pasar dan pendampingan yang berkelanjutan dari pemerintah.

"Selain modal yang kita butuhkan, kita juga perlu akses pasar dan pendampingan dari pemerintah. Kadang entrepreneur ini punya modal, punya produk jualan, tapi mereka tidak tahu pasar mereka ke mana," katanya.

Dia menilai pendampingan pemerintah terhadap pelaku UMKM masih perlu diperkuat agar pelaku usaha tidak berjalan sendiri dalam mengembangkan produknya. 

Dengan adanya pembinaan yang tepat, kata dia, UMKM Indonesia diyakini mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

Eva juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor usaha untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan di Indonesia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI