Lewat Program Padat Karya, Menteri PU Targetkan 23 Ribu Rumah di Aceh Pulih

Laporan: Tio Pirnando
Senin, 25 Mei 2026 | 21:58 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau program PKT di Aceh Tamiang (SinPo.id/ Dok. KemenPU)
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau program PKT di Aceh Tamiang (SinPo.id/ Dok. KemenPU)

SinPo.id - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan penanganan 23.000 titik untuk rumah dan kawasan permukiman di Kabupaten Aceh Tamiang diselesaikan melalui program padat karya tunai (PKT). Karenanya, Dody meninjau salah satu lokasi titik pelaksanaan PKT di Aceh Tamiang, yang sedang dilakukan  pembersihan lumpur terdampak bencana.

"Saya perlu melihat urusan perlumpuran di perumahan. Hal ini penting karena di Tamiang, sejak awal kita datang memang masalah utamanya lumpur. Hal itu yang harus saya kejar, supaya lumpur-lumpurnya segera dibersihkan dengan sistem padat karya sehingga masyarakat langsung terlibat dalam proses pekerjaan tersebut," kata Dody dalam keterangannya, Senin, 25 Mei 2026. 

Dody menjelaskan, program PKT di Aceh Tamiang telah dilaksanakan sejak masa tanggap darurat bencana. Hal ini sebagai bagian dari pemulihan kawasan berbasis masyarakat yang diharapkan dapat menggerakan kegiatan ekonomi.

Menurut dia, melalui skema ini, pemilik rumah dan masyarakat dilibatkan langsung dalam kegiatan pembersihan rumah, lingkungan permukiman, drainase, serta pemulihan kawasan.  

"Program ini sudah kita kerjakan sejak awal bencana. Jadi pemilik rumah kita aktifkan sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, bahwa masyarakat terdampak bencana ikut terlibat aktif dalam proses pemulihan," tuturnya. 

Pada lokasi yang ditinjau, pembersihan rumah telah berlangsung selama 3 hari dengan kondisi kerusakan akibat lumpur yang cukup berat. 

"Di sini masih ada beberapa bagian rumah yang belum selesai dibersihkan. Mudah-mudahan satu sampai dua hari ke depan bisa selesai dan masyarakat bisa memiliki kehidupan yang lebih layak," ungkapnya. 

"Ini menjadi salah satu percontohan yang nanti akan kita duplikasi ke wilayah lainnya," sambungnya. 

Selain penanganan rumah warga, program PKT di Aceh Tamiang juga telah menyelesaikan pembersihan saluran drainase dengan total panjang saluran yang ditangani mencapai 28.568 meter. Kegiatan ini melibatkan 16.353 tenaga kerja dengan total anggaran sebesar Rp2,45 miliar. 

Lebih lanjut, Dody mengimbau agar program PKT segera diperluas ke daerah lain yang terdampak bencana, terutama kawasan yang mengalami sedimentasi dan endapan lumpur pada permukiman warga. 

"Fokus utama memang di Aceh Tamiang karena dampaknya besar. Tetapi nanti juga akan ke Pidie Jaya dan beberapa daerah lain. Ada sekitar 10 kabupaten/kota di Aceh yang akan kita lakukan seperti ini, terutama wilayah yang terdampak lumpur di rumah-rumah warga," tandasnya.
 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI