TIPS KESEHATAN HAJI

Begini Taktik Mandiri Cegah Heat Stroke di Tenda Armuzna

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 25 Mei 2026 | 21:18 WIB
Jemaah Haji Indonesia (SinPo.id/Kemenhaj)
Jemaah Haji Indonesia (SinPo.id/Kemenhaj)

SinPo.id - Tenda jemaah di Arafah dan Mina kerap terasa padat dan panas, sementara AC maktab kadang tidak mampu mengimbangi cuaca luar yang ekstrem. dr. Muhammad Fathi Banna Al Faruqi dari Sektor 1 Daker Bandara mengingatkan jemaah untuk tidak pasrah dan segera menerapkan “pendinginan eksternal mandiri” agar terhindar dari kelelahan panas hingga sengatan panas.

“Ketika fasilitas pendingin ruang di tenda tidak mampu meredam panas, kita tidak boleh pasrah. Kita harus mengaktifkan sistem pendinginan eksternal mandiri untuk menurunkan suhu tubuh. Jangan menunggu sampai merasa pusing atau lemas baru bertindak,” kata Fathi, dalam keterangannya, Senin, 25 Mei 2026.

Ia membagikan beberapa taktik cepat membuang panas tubuh:

1. Kompres pada titik pembuluh darah besar

Basahi handuk kecil atau kain, lalu tempelkan di leher belakang/samping, ketiak, dan lipatan paha. “Mendinginkan area ini ibarat mendinginkan air radiator. Darah yang lewat di jalur utama tersebut akan cepat dingin dan mengalirkan rasa sejuk ke seluruh tubuh,” jelas Fathi.

2. Teknik semprot dan kipas

Sediakan botol semprot kecil berisi air. Semprotkan tipis ke wajah, lengan, dan leher, lalu kipas secara manual atau dengan kipas portable. “Proses penguapan air dari kulit ini meniru mekanisme keringat alami dan sangat efektif membuang panas tubuh secara instan,” ujarnya.

3. Gunakan pakaian longgar dan berbahan katun

Bagi jemaah wanita, atau pria yang sudah tahallul awal, pilih pakaian katun tipis, longgar, dan berwarna cerah. Hindari pakaian ketat, gelap, atau berlapis yang memerangkap panas.

4. Waspadai sinyal bahaya
 
Segera cari petugas kesehatan jika muncul kram otot, pusing berputar, mual, jantung berdebar cepat, atau keringat keluar sangat deras.  
“Jika kulit justru terasa sangat panas dan kering tapi tidak bisa keluar keringat lagi, itu adalah tanda darurat heat stroke,” tegasnya.

Lebih jauh Fathi menekankan pentingnya menjaga suhu tubuh tetap stabil selama Armuzna untuk mencegah kerusakan organ akibat panas ekstrem. Selain itu, ia juga mengajak jemaah saling peduli.

“Saling mengingatkan untuk menyemprot air dan minum adalah sedekah terbaik di Armuzna,” tandasnya.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI