Caketum HIPMI: Gagasan Soemitronomics Harus Dibumikan dengan Konteks Kekinian
SinPo.id - Calon Ketua Umum BPP HIPMI 2026–2029, Anthony Leong menilai, gagasan Prof. Soemitro Djojohadikusumo yang menekankan pentingnya industrialisasi nasional, penguatan sektor produktif, dan keberpihakan terhadap ekonomi rakyat, perlu dibumikan kembali dengan menyasar generasi muda.
Menurut dia, saat ini Indonesia membutuhkan paradigma pembangunan ekonomi baru yang tidak hanya bertumpu pada kota besar, tetapi juga menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
"Gagasan Soemitronomics harus dibumikan kembali dalam konteks kekinian. Daerah tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi pusat inovasi, hilirisasi, dan penciptaan pengusaha muda baru," kata Anthony dalam keterangannya, Senin, 25 Mei 2026.
Anthony menyampaikan, kekuatan ekonomi Indonesia masa depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan generasi muda mengelola potensi daerah melalui teknologi, digitalisasi, dan industrialisasi berbasis sumber daya lokal.
Untuk itu, HIPMI dinilai harus menjadi motor penggerak lahirnya ekosistem kewirausahaan yang mampu menghubungkan kampus, industri, pemerintah, dan masyarakat desa.
Anthony juga menyoroti pentingnya hilirisasi sektor pertanian dan pangan sebagai strategi menciptakan nilai tambah ekonomi. Selama ini banyak daerah hanya menjadi pemasok bahan mentah tanpa mendapatkan manfaat ekonomi maksimal.
"Anak muda harus masuk ke sektor riil, masuk ke pertanian modern, industri pangan, ekonomi digital desa, dan membangun rantai nilai yang kuat. Kalau desa naik kelas, ekonomi nasional akan jauh lebih kokoh," katanya.
