Penembakan di Gedung Putih, Serang Warga Sipil Kritis

Laporan: Galuh Ratnatika
Senin, 25 Mei 2026 | 10:09 WIB
Penembakan di Gedung Putih. (SinPo.id/AP)
Penembakan di Gedung Putih. (SinPo.id/AP)

SinPo.id - Seorang warga sipil yang terkena tembakan setelah seorang pria menembaki pos pemeriksaan di luar Gedung Putih dan kemudian ditembak mati oleh petugas Secret Service Amerika Serikat, kini berada dalam kondisi serius.

Namun menurut petugas Secret Service warga sipil yang identitasnya belum diungkapkan tersebut menderita luka tembak yang tidak mengancam jiwa. 

Pihak berwenang juga belum menjelaskan lebih lanjut bagaimana kronologi penembakan yang terjadi dan melukai warga sipil. Meteka hanya memberikan sedikit detail tambahan tentang penembakan yang terjadi pada Sabtu malam.

"Tersangka, yang diidentifikasi sebagai Nasire Best, 21 tahun, mulai menembak ke arah pos pemeriksaan keamanan Gedung Putih ketika petugas Secret Service membalas tembakan," kata Departemen Kepolisian Metropolitan Distrik Columbia, dilansir dari AP, Senin, 25 Mei 2026.

"Best, dari Dundalk, Maryland, kemudian dinyatakan meninggal di rumah sakit. Presiden Donald Trump berada di Gedung Putih pada saat penembakan terjadi," imbuhnya.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan tersangka penembakan memiliki kemungkinan obsesi terhadap bangunan paling berharga di AS. Tersangka juga disebut menggunakan penembakan untuk mempromosikan ruang dansa yang ingin dibangunnya di lokasi bekas Sayap Timur Gedung Putih.

"Penembakan itu menunjukkan betapa pentingnya bagi semua Presiden di masa depan untuk mendapatkan ruang yang paling aman dan terjamin dari jenisnya yang pernah dibangun di Washington, D.C," kata Trump.

Selain itu, pihaknya juga meminta Kongres untuk dana sebesar USD1 miliar untuk penambahan keamanan di kompleks Gedung Putih, termasuk ruang dansa tersebut.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI