Jemaah Haji Indonesia yang Hilang di Arab Saudi Ditemukan Meninggal

Laporan: Sigit Nuryadin
Sabtu, 23 Mei 2026 | 00:51 WIB
Jemaah haji Indonesia Almarhum Muhammad Firdaus (Foto: SinPo.id/Kemenhaj RI)
Jemaah haji Indonesia Almarhum Muhammad Firdaus (Foto: SinPo.id/Kemenhaj RI)

SinPo.id -  Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyatakan jemaah haji Indonesia bernama Muhammad Firdaus yang sebelumnya dilaporkan hilang di Arab Saudi ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Muhammad Firdaus merupakan jemaah haji berusia 72 tahun asal Kloter JKG-27. Proses pencarian dilakukan oleh tim Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bersama otoritas setempat.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh. Hasan Afandi mengatakan informasi wafatnya Firdaus diperoleh setelah koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan tim pencarian di lapangan.

“Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Muhammad Firdaus diketemukan dalam keadaan wafat,” kata Hasan dalam keterangannya di Makkah, Jumat, 22 Mei 2026.

Dia menyampaikan duka cita atas wafatnya jemaah tersebut dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami segenap PPIH Arab Saudi menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada almarhum, dan memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Hasan.

Menurut dia, pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan pelaksanaan badal haji bagi almarhum yang nantinya dilakukan oleh petugas haji.

“Pemerintah melalui PPIH Arab Saudi akan menyiapkan badal haji yang dilakukan oleh petugas haji bagi almarhum,” katanya.

Hasan juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga almarhum, KJRI Jeddah, otoritas Arab Saudi, pihak rumah sakit, serta petugas haji yang terlibat dalam proses pencarian.

Dalam kesempatan itu, kata dia, Kementerian Haji dan Umrah mengimbau seluruh jemaah dan petugas meningkatkan kepedulian terhadap jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, perempuan, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

“Bila melihat jemaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya,” ujar Hasan.

Dia meminta jemaah yang membutuhkan bantuan segera melapor kepada petugas terdekat agar risiko tersesat atau terpisah dari rombongan dapat diminimalkan.

“Bagi jemaah yang membutuhkan bantuan, jangan sungkan menyampaikan kepada petugas. Petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jemaah selama berada di Tanah Suci,” tandasnya. 

 

 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI