Tenggorokan Gatal di Tanah Suci Tanda Awal, Jangan Tunggu Batuk
SinPo.id - Banyak jemaah dan petugas haji mengeluhkan tenggorokan gatal setelah beberapa hari berada di Tanah Suci. Menurut dr. Muhammad Fathi Banna Al Faruqi dari Sektor 1 Daker Bandara, kondisi ini merupakan tanda awal lapisan pelindung saluran napas mulai kalah melawan udara kering dan debu.
“Tenggorokan gatal adalah tanda awal lapisan pelindung saluran napas mulai kalah melawan udara kering dan debu. Jika dibiarkan, kondisi ini akan menjadi radang tenggorokan yang memicu batuk berkepanjangan hingga radang paru,” kata Fathi, dalam keterangannya, Jumat, 22 Mei 2026.
Fathi menjelaskan, udara kering di Tanah Suci menyerap kelembapan alami tenggorokan sehingga muncul luka kecil atau mikrolesi yang terasa gatal. Kondisi ini membuka peluang bagi virus dan bakteri untuk berkembang biak.
“Tenggorokan yang kering dan meradang adalah pintu terbuka bagi virus dan bakteri. Jika peradangan di tenggorokan tidak segera diatasi, kuman akan turun ke saluran napas bawah dan menyerang paru-paru,” ujarnya.
Untuk mencegah kondisi memburuk, ia menyarankan jemaah rutin minum air putih meski belum haus. Pola “2 teguk tiap 10 menit” dinilai efektif menjaga tenggorokan tetap basah.
“Jangan tunggu haus, seringlah minum air putih. Pastikan tenggorokan selalu basah. Minumlah sesering mungkin meskipun hanya sedikit agar tenggorokan tidak sempat mengering,” katanya.
Lebih jauh Fathi mengingatkan jemaah menghindari minuman dingin dan es, karena dapat memperparah peradangan. Sebaliknya, pilih air suhu ruang atau hangat, termasuk air zamzam yang bertuliskan “Not Cold”.
Jemaah juga diimbau memperbanyak konsumsi buah kaya vitamin C dan air seperti pir atau jeruk, memakai masker untuk menyaring debu dan kuman, serta rutin berkumur dengan air hangat bercampur garam.
“Pakai masker bahkan saat di dalam kamar hotel. Udara kering yang ditambah debu dan kuman dari jutaan orang adalah kombinasi berbahaya,” kata dia.
Fathi menekankan pentingnya penanganan sejak dini. Jika keluhan tidak membaik dan disertai nyeri menelan atau demam, jemaah diminta segera melapor ke petugas kesehatan.
“Tenggorokan adalah benteng pertahanan saluran pernapasan. Jaga bentengnya tetap kuat dengan memastikan tenggorokan bersih dan tidak kering. Mencegah tenggorokan gatal adalah salah satu kunci agar stamina tetap prima hingga puncak haji tiba,” pungkasnya.
