Indonesia Desak Israel Bebaskan Sembilan WNI Anggota Misi Kemanusiaan Gaza

Laporan: Sigit Nuryadin
Rabu, 20 Mei 2026 | 13:14 WIB
Militer Israel Bajak Belasan Kapal Global Sumud Flotilla di Perairan Internasional (SinPo.id/SMART 171)
Militer Israel Bajak Belasan Kapal Global Sumud Flotilla di Perairan Internasional (SinPo.id/SMART 171)

SinPo.id - Pemerintah Indonesia mendesak Israel segera membebaskan sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dan ditahan otoritas setempat. 

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyatakan seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran terus ditempuh untuk memastikan keselamatan para WNI tersebut.

Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang mengatakan saat ini terdapat sembilan WNI anggota GPCI yang tergabung dalam misi Global Summit Flotilla 2.0 dan ditahan Israel.

“Seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran akan terus dimaksimalkan guna memastikan pelindungan penuh bagi para WNI dan mereka dapat kembali dengan selamat,” kata Yvonne dalam keterangannya, Rabu, 20 Mei 2026.

Menurut Yvonne, pemerintah bersama perwakilan RI terus melakukan pendekatan intensif dengan otoritas setempat dan berbagai pihak terkait guna memastikan kondisi para WNI.

“Indonesia mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” ujar dia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan pemerintah terus melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak lantaran Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik langsung dengan Israel. 

Dia menyebut, koordinasi dilakukan melalui perwakilan RI di Yordania dan Turki.

“Kami terus melakukan upaya koordinasi,” kata Sugiono di Kompleks Parlemen MPR/DPR, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Sugiono menyebut informasi mengenai kondisi para WNI masih terbatas. Namun pemerintah, kata dia, terus berupaya memperoleh akses informasi terkait keberadaan dan kondisi mereka.

“Kita berharap kondisi mereka baik-baik saja. Kami juga terus melakukan upaya koordinasi, karena kita tidak punya hubungan langsung,” tutur dia.

Selain memastikan pelindungan terhadap para WNI, Sugiono mengapresiasi semangat para aktivis kemanusiaan yang terlibat dalam misi tersebut. 

Menurut dia, aksi itu menunjukkan solidaritas terhadap masyarakat Palestina, khususnya di Gaza.

“Kami mengapresiasi semangat dari rekan-rekan yang tergabung dalam Global Summit Flotilla karena ini juga mencerminkan satu keinginan untuk menciptakan situasi yang lebih baik bagi saudara-saudara kita di Palestina, di Gaza pada khususnya,” tandasnya. 

BERITALAINNYA
BERITATERKINI