Putin Kunjungi China Usai Trump, Moskow Berupaya Perkuat Ikatan Strategis

Laporan: Tim Redaksi
Rabu, 20 Mei 2026 | 05:54 WIB
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (SinPo.id/AP)
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (SinPo.id/AP)

SinPo.id -  Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Beijing hanya beberapa hari setelah kunjungan resmi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, langkah yang dinilai sebagai upaya Moskow untuk memastikan Beijing tidak bergeser ke orbit Washington.

Kunjungan ini menegaskan pentingnya hubungan Rusia–China di tengah dinamika geopolitik global. Sejarah mencatat, sejak kunjungan Presiden AS Richard Nixon ke China pada 1972, Beijing sempat lebih dekat dengan Washington. Namun, sejak akhir 1990-an, hubungan China dengan AS mengalami pasang surut, sementara Rusia semakin menjauh dari Barat, terutama sejak dekade 2010-an.

Putin berharap kunjungannya dapat memperkuat kemitraan strategis dengan Presiden Xi Jinping, termasuk melalui blok non-Barat seperti BRICS dan Shanghai Cooperation Organization (SCO). Media internasional menyoroti bahwa Putin ingin menghindari kebangkitan kembali diplomasi segitiga ala era Nixon yang berpotensi memisahkan Beijing dari Moskow.

Sementara itu, Beijing menunjukkan sikap lebih kompleks. Laporan menyebut Xi Jinping sempat menyampaikan kepada Trump bahwa Putin mungkin akan menyesali invasi ke Ukraina, menandakan posisi China yang lebih dominan dalam hubungan bilateral.

Kunjungan Putin juga terjadi di tengah ketegangan global: perang di Ukraina, konflik Iran, serta manuver militer China di Pasifik. Semua ini memperlihatkan bagaimana Beijing memposisikan diri sebagai kekuatan utama, sementara Moskow berusaha memastikan tetap berada dalam orbit strategis China.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI