Angka Jemaah Wafat Menurun, Timwas DPR Puji Screening Kesehatan Haji Ketat

Laporan: Juven Martua Sitompul
Senin, 18 Mei 2026 | 22:45 WIB
Petugas haji sedang melayani jemaah asal Indonesia (SinPo.id/ Dok. Kemenhaj)
Petugas haji sedang melayani jemaah asal Indonesia (SinPo.id/ Dok. Kemenhaj)

SinPo.id - Timwas Haji DPR RI menilai sistem screening kesehatan jemaah haji tahun 2026 menunjukkan hasil lebih baik. Perbaikan itu terlihat dari menurunnya angka jemaah wafat dibanding musim haji sebelumnya.

Ketua Timwas Haji DPR RI 2026, Cucun Ahmad Syamsurijal (Kang Cucun) menyebut hingga tahap evaluasi di Madinah jumlah jemaah wafat tercatat hanya sekitar 15 orang.

"Angka wafat menurun dibanding tahun sebelumnya. Ini menunjukkan screening dan penanganan kesehatan dilakukan dengan sangat baik sejak keberangkatan," kata Kang Cucun dalam keterangannya, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Dia menjelaskan pemerintah kini lebih selektif dalam memberangkatkan jemaah, khususnya bagi jemaah dengan kondisi kesehatan berisiko tinggi. Menurutnya, hanya tersisa sekitar 13 jemaah dengan kondisi yang membutuhkan safari wukuf maupun badal ibadah karena keterbatasan fisik.

Perwakilan pelayanan kesehatan haji menjelaskan proses screening dilakukan berlapis sejak di Indonesia, mulai dari wawancara medis, pemeriksaan aktivitas harian, hingga evaluasi kondisi mental dan kognitif jemaah.

Selain screening awal, pemantauan kesehatan juga terus dilakukan setibanya jemaah di Arab Saudi. Pelayanan diberikan mulai dari tingkat kloter hingga rumah sakit Arab Saudi bagi jemaah yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Timwas Haji DPR menilai pendekatan preventif tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu menekan risiko kesehatan jemaah selama berada di Tanah Suci.

DPR RI pun meminta pola pengawasan kesehatan tetap diperkuat menjelang puncak ibadah haji di Armuzna yang dikenal memiliki tingkat kelelahan tinggi.

Legislator dari Fraksi PKB ini menegaskan pengawasan Timwas Haji DPR RI akan terus berlanjut hingga fase puncak haji untuk memastikan seluruh layanan, termasuk kesehatan, berjalan optimal.

"Kami akan terus melakukan pengawasan agar pelayanan kepada jemaah tetap maksimal sampai seluruh rangkaian ibadah selesai," tegas Kang Cucun.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI