Anggota DPR Sebut Penambahan Enam Jet Rafale Langkah Strategis Perkuat Kedaulatan RI

Laporan: Juven Martua Sitompul
Senin, 18 Mei 2026 | 17:24 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan Jet Tempur Rafale, Falcon 8, Radar dan Rudal buatan Prancis di Lanud Halim Perdanakusuma (Ashar/SinPo.id)
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan Jet Tempur Rafale, Falcon 8, Radar dan Rudal buatan Prancis di Lanud Halim Perdanakusuma (Ashar/SinPo.id)

SinPo.id - Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh menyebut tambahan enam unit jet tempur Rafale serta sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) modern kepada TNI merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pertahanan nasional.

Menurut dia, penguatan sistem pertahanan penting di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.

Soleh menyebut penguatan alat pertahanan akan memberikan dampak signifikan terhadap kesiapan Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara, baik di wilayah udara, laut, maupun darat. Dia pun mengapresiasi hasil dari upaya Presiden Prabowo Subianto tersebut.

"Penyerahan jet tempur Rafale dan berbagai alutsista modern lainnya akan semakin memperkuat pertahanan Indonesia. Penambahan alutsista ini sangat penting, terlebih dalam situasi geopolitik dunia yang tidak menentu seperti saat ini," kata Soleh di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Selain enam jet tempur Rafale, alutsista yang diserahkan meliputi satu unit pesawat Airbus A400M Atlas MRTT, empat unit pesawat Dassault Falcon 8X, Radar GCI GM403, serta sistem persenjataan modern berupa rudal Meteor dan Smart Weapon Hammer.

Dia menilai bahwa ancaman konflik bisa datang kapan saja dan dari mana saja kepada Indonesia. Karena itu, kata Soleh, Indonesia harus selalu siap menghadapi segala bentuk ancaman.

Menurut dia, berbagai konflik internasional yang terjadi saat ini, termasuk eskalasi ketegangan di Timur Tengah, adalah pelajaran penting bagi setiap bangsa untuk memiliki sistem pertahanan yang kuat. Soleh mengatakan pertahanan sebuah bangsa sangat penting dan sangat menentukan kedaulatan negara.

Untuk itu, dia berharap modernisasi alutsista yang terus dilakukan pemerintah dapat menjadi fondasi kuat bagi Indonesia dalam menjaga stabilitas nasional, melindungi wilayah kedaulatan, serta memperkuat posisi Indonesia di tengah percaturan global.

"Bangsa yang pertahanannya lemah akan sangat rawan terhadap ancaman maupun serangan dari pihak lain," kata dia.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI