Hingga April, KP2MI Berhasil Gagalkan Keberangkatan 1.353 Pekerja Migran Ilegal
SinPo.id - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengungkapkan, sepanjang Januari - April 2026, kementeriannya berhasil mencegah keberangkatan 1.353 calon pekerja migran unprosedural atau ilegal di berbagai titik perbatasan. KP2MI juga berhasil menindaklanjuti ancaman digital dengan melakukan takedown terhadap 4.213 konten berbahaya.
"Selain itu, sebanyak 1.173 aduan Dari pekerja migran Indonesia di berbagai negara telah kami tangani. Ini adalah cerminan dari besarnya tantangan yang masih harus kita hadapi bersama," kata Muktaruddin dalam acara Pencanangan Gerakan Nasional Migran Aman di Kantor KP2MI, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.
Politisi Partai Golkar ini menegaskan, kehadiran negara dalam melindungi pekerja migran, bukan hanya melalui kebijakan dan regulasi di atas kertas. Tapi juga hadir langsung di ruang-ruang kehidupan masyarakat.
Hal ini merupakan amanat Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk KP2MI yang berfungsi sebagai operator sekaligus regulator, diatur dalam Perpres 139 Tahun 2024 dan Perpres 90 tahun 2024
"Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami Kementerian P2MI agar meningkatkan kualitas perlindungan bagi pekerja migran. Baik dari sebelum mereka bekerja, selama mereka bekerja, yerta setelah mereka bekerja. Dan mengoptimalkan penempatan pekerja migran Indonesia yang terampil, medium dan high skill," ucapnya.
Lebih lanjut, Mukhtarudin menerangkan, pencanangan Gerakan Nasional Migran Aman ini merupakan sebuah gerakan bersama untuk memperkuat pelindungan PMI dari hulu hingga hilir, dari sebelum proses keberangkatan, dimulai hingga selesai bekerja.
"Gerakan Migran Aman bukan kegiatan seremonial yang berhenti disini. Gerakan Nasional Migran Aman adalah instrumen pencegahan yang masif, terpadu dan berkelanjutan, yang bekerja langsung di ruang-ruang tempat keputusan migrasi itu lahir. Seperti keluarga, di tengah komunitas dan di desa-desa tempat harapan masyarakat untuk bekerja ke luar negeri bermula, " tukasnya.

