Kantor Kecil di Inggris Jadi Pusat Darurat Kapal Diserang di Selat Hormuz

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 18 Mei 2026 | 05:25 WIB
Ilustrasi. Selat Hormuz. (SinPo.id/ABC)
Ilustrasi. Selat Hormuz. (SinPo.id/ABC)

SinPo.id -  Sebuah kantor kecil di pinggiran Portsmouth, Inggris, mendadak menjadi pusat perhatian dunia setelah perang di Timur Tengah memicu lonjakan serangan terhadap kapal di Selat Hormuz. Kantor itu adalah UK Maritime Trade Operations Centre (UKMTO), badan yang berafiliasi dengan Angkatan Laut Inggris dan bertugas memantau pelayaran di Teluk Persia, Laut Merah, hingga Samudra Hindia bagian utara.

Setiap kali kapal yang diserang menghubungi pusat ini, sebuah telepon hitam sederhana dari era 1990-an berdering. “Saat panggilan masuk bisa sangat menegangkan. Kadang kami mendengar sirene, bahkan suara tembakan,” ujar Commander Jo Black, Kepala Operasi UKMTO.

Sejak Iran menutup Selat Hormuz lebih dari dua bulan lalu sebagai respons atas serangan AS-Israel, jumlah panggilan darurat ke UKMTO meningkat tajam. Kapal dagang menghadapi ancaman beragam: serangan rudal, drone, hingga kapal cepat milik Garda Revolusi Iran.

Tugas UKMTO

Koordinasi darurat: Tim beranggotakan 18 orang bekerja dalam shift 12 jam, selalu ada tiga petugas jaga yang langsung berkomunikasi dengan awak kapal.

Peringatan ke kapal lain: Mereka menghubungi kapal terdekat untuk memberi peringatan dan meminta bantuan.

Verifikasi informasi: Data dari 2.500 email harian dan sistem AIS dipadukan dengan laporan militer untuk memastikan kebenaran insiden.

Sejak perang dimulai, UKMTO mencatat 44 insiden dengan 10 pelaut tewas. Sekitar 850 kapal besar dan 20.000 pelaut kini terjebak di Teluk Persia akibat ketidakpastian jalur pelayaran.

UKMTO sebelumnya dibentuk pasca serangan 11 September 2001 untuk menghadapi ancaman perompakan. Kini, perannya kembali krusial di tengah konflik Iran yang terus berubah, dari aksi militer hingga penahanan kapal dagang.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI