Belajar dari Cannes, Rano Ingin Jakarta Hidup dari Industri Event

Laporan: Sigit Nuryadin
Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB
Wagub DKI Jakarta Rano Karno (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)
Wagub DKI Jakarta Rano Karno (SinPo.id/ Dok. Pemprov DKI)

[email protected] - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut Jakarta perlu mengembangkan industri event internasional, sebagai salah satu penopang ekonomi kota. 

Hal itu disampaikan seusai pertemuannya dengan Wakil Wali Kota Thomas Pariente di Hôtel de Ville de Cannes. 

Dalam kunjungan itu, Rano mempelajari strategi Cannes yang selama puluhan tahun menjadikan festival dan agenda internasional sebagai penggerak ekonomi kota. Menurut Rano, model pengembangan ekonomi berbasis event yang diterapkan Cannes relevan untuk Jakarta.

“Cannes bisa menjadi kota yang hidup dari industri event. Bahkan, 40 persen penopang ekonominya berasal dari sektor pariwisata. Ini juga harus dikembangkan di Jakarta,” kata Rano dalam keterangannya, Minggu, 17 Mei 2026.

Rano mengatakan Jakarta tidak hanya ingin belajar soal penyelenggaraan acara internasional, tetapi juga membuka peluang kerja sama pasar konten kreatif dan pengembangan sumber daya manusia di bidang manajemen event.

Menurut dia, Cannes memiliki ekosistem pendidikan yang mendukung industri tersebut, termasuk perguruan tinggi hingga jenjang doktoral yang terhubung dengan jaringan event internasional. 

Membuat “Suatu saat Jakarta juga harus bisa,” kata Rano.

Adapun Pemerintah Kota Cannes mencatat penyelenggaraan Cannes Film Festival selama 12 hari mampu menghasilkan perputaran ekonomi sekitar 216 juta euro atau setara Rp4,4 triliun. Festival tersebut diikuti sekitar 45 ribu peserta setiap tahun.

Sementara itu, perwakilan Kota Cannes, Thomas Pariente mengatakan festival film tahunan itu telah menjadi salah satu agenda internasional terbesar di dunia. 

“Kami bangga karena Cannes Film Festival merupakan festival terbesar ketiga di dunia setelah Olimpiade dan Piala Dunia FIFA,” ujarnya.

Selain festival film, Cannes juga menggelar sejumlah agenda internasional lain sepanjang tahun, seperti MIPTV dan MIPCOM untuk industri televisi, festival kapal pesiar, festival musik, hingga konferensi industri global. Pada musim panas Juni, festival musik lima hari di kota itu disebut mampu mendatangkan sekitar 15 ribu pengunjung dengan dampak ekonomi mencapai 160 juta euro atau sekitar Rp3,2 triliun.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI