Bibir Kering hingga Berdarah Saat Haji, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
SinPo.id - Bibir kering, pecah-pecah hingga berdarah menjadi salah satu keluhan yang kerap dialami jemaah maupun petugas haji saat berada di Tanah Suci. Kondisi cuaca panas dan udara yang sangat kering di Arab Saudi membuat bibir lebih mudah kehilangan kelembapan, bahkan dapat memicu luka dan infeksi jika tidak ditangani dengan baik.
Doktor kesehatan haji, Dr. dr. Probosuseno, Sp.PD K-Ger, FINASIM, SE, MM, AIFO-K menjelaskan, terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan bibir mudah kering selama menjalankan ibadah haji. Salah satunya adalah rendahnya kelembapan udara di Arab Saudi yang mempercepat penguapan cairan pada permukaan bibir.
“Kulit bibir tidak memiliki kelenjar minyak seperti kulit tubuh lainnya, sehingga cairan di lapisan bibir lebih cepat menguap,” ujarnya, Minggu, 17 Mei 2026.
Selain faktor cuaca, dehidrasi yang tidak disadari juga menjadi penyebab umum. Udara yang panas dan kering membuat keringat cepat menguap sehingga tubuh sering kali tidak merasa haus meski sebenarnya kekurangan cairan.
Kebiasaan menjilat bibir saat terasa kering juga dinilai dapat memperburuk kondisi. Air liur mengandung enzim yang justru merusak lapisan pelindung bibir sehingga bibir semakin mudah pecah dan mengelupas.
Apabila dibiarkan, bibir kering dapat berkembang menjadi peradangan. Bibir menjadi merah, bengkak, terasa nyeri, bahkan pecah hingga berdarah. Luka terbuka pada bibir juga dapat menjadi pintu masuk kuman penyebab infeksi.
Tak hanya itu, rasa perih saat makan dan minum berpotensi membuat asupan cairan dan energi berkurang. Kondisi tersebut dapat memicu tubuh semakin lemas, dehidrasi, dan menurunkan daya tahan tubuh selama menjalankan ibadah.
Untuk mencegah bibir pecah-pecah, jemaah diimbau rutin menjaga kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih atau air zamzam meski belum merasa haus. Disarankan minum dua teguk air setiap 10 menit untuk menjaga hidrasi tubuh.
Selain itu, penggunaan pelembap bibir berbahan petroleum jelly juga dianjurkan secara rutin setiap tiga hingga empat jam. Pelembap tanpa parfum lebih disarankan agar aman digunakan saat ihram.
Jemaah juga diingatkan untuk menghindari kebiasaan menjilat bibir dan menggunakan masker guna mengurangi paparan sinar matahari langsung.
Ia menegaskan bahwa bibir pecah bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan dapat menjadi tanda awal dehidrasi dan risiko infeksi.
Karena itu, langkah pencegahan dinilai menjadi cara terbaik untuk menjaga kesehatan bibir selama berada di Tanah Suci, yakni dengan minum air sebelum haus dan menggunakan pelembap sebelum bibir terasa perih.
