Putar Ekonomi Lokal, Program KDMP Sesuai Kebutuhan Masyarakat Desa

Laporan: Tim Redaksi
Jumat, 15 Mei 2026 | 20:48 WIB
Ilustrasi petani (SinPo.id/dok.Forest digest)
Ilustrasi petani (SinPo.id/dok.Forest digest)

SinPo.id -  Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) membawa harapan besar bagi masyarakat desa. Program ini digadang-gadang mampu menggerakkan kemandirian ekonomi desa sekaligus memperkuat stabilitas harga pangan.

Hal itu disampaikan oleh Asep Rahmat S, Kepala Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ia menilai program KDMP yang digagas Presiden benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.

"Saya menilai arah kebijakan Presiden melalui program KOPDES ini memang sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan adanya program ini akan tercipta modernisasi ekonomi desa yang lebih mapan, stabilitas harga pangan murah, serta kemandirian desa di seluruh Indonesia," ujar Asep Rahmat.

Fokus pada Potensi Lokal

Untuk menggerakkan ekonomi desa, KDMP di Desa Payung berusaha memaksimalkan potensi lokal, terutama sektor pariwisata. Menurut Asep, desa Payung memiliki banyak destinasi wisata yang bisa dikembangkan melalui dukungan permodalan koperasi.

Selain itu, KDMP juga berfokus pada pertanian. Salah satu langkah konkret adalah membangun unit usaha penampungan gabah padi untuk memutus monopoli bandar, sehingga harga beras di desa tetap stabil.

"Permodalan untuk pertanian seperti padi, bawang merah, jagung, durian, melinjo dan berbagai hasil bumi lainnya akan kami dorong. Penampungan gabah padi juga kami siapkan agar harga beras tidak dikuasai bandar," jelasnya.

Langkah Cepat Pasca Pencanangan

Setelah Presiden mencanangkan program KDMP pada tahun 2025, Pemdes Payung langsung bergerak cepat. Pembentukan pengurus, penerimaan anggota, serta penyusunan regulasi koperasi menjadi langkah awal.

Namun, pembangunan KDMP masih menghadapi kendala lahan. Aset berupa bangunan sekolah yang tidak terpakai sedang diupayakan agar bisa dialihfungsikan menjadi gedung koperasi.

"Kami sedang melakukan advokasi agar aset tersebut bisa digunakan untuk pembangunan koperasi," pungkas Asep.

Program KDMP di Desa Payung menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan nasional bisa diterjemahkan sesuai kebutuhan lokal. Dengan fokus pada pariwisata dan pertanian, masyarakat desa diharapkan mampu mandiri dan berdaya saing.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI