Pimpinan MPR Ajak Bangun Kesadaran Kolektif Cegah Hantavirus
SinPo.id - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) menekankan perlunya membangun kesadaran kolektif untuk mencegah penyebaran hantavirus di Indonesia.
Rerie mengatakan, langkah edukasi dan sosialisasi ancaman hantavirus perlu ditingkatkan sebagaimana imbauan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Negara melalui Kementerian Kesehatan telah mengambil langkah konkret untuk mewaspadai ancaman hantavirus. Meski begitu, kekhawatiran publik terhadap ancaman virus tersebut di tanah air harus dapat diatasi secara bersama," kata Rerie dalam keterangannya, Jakarta, Jumat, 15 Mei 2026.
Anggota Komisi X DPR RI itu juga menilai upaya pencegahan terhadap ancaman hantavirus membutuhkan pemahaman bersama terkait mitigasi dan tindakan yang harus diambil bila terpapar. Dengan begitu, kata dia, potensi ancaman penularan dapat diatasi bersama-sama.
Kasus terbaru hantavirus menjadi sorotan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memantau wabah di kapal pesiar berbendera Belanda, MV Hondius, yang berlayar dari Argentina.
Badan itu menerima laporan wabah hantavirus di kapal pesiar Hondius pada 2 Mei 2026. Tujuh orang dari total 147 penumpang dan awak kapal dilaporkan sakit, tiga di antaranya meninggal dunia.
WHO menyebutkan para korban hantavirus kemungkinan telah terinfeksi sebelum naik ke kapal pesiar tersebut. Penularan antarmanusia di atas kapal menjadi tidak dapat dikesampingkan.
Sebelum kasus penularan di kapal pesiar itu, hantavirus sebetulnya telah ditemukan di Indonesia. Kementerian Kesehatan mengonfirmasi bahwa terdapat 23 kasus positif dari tahun 2023.
Kendati demikian, kasus hantavirus yang ditemukan di Indonesia merupakan varian ringan dan tidak memiliki fatalitas atau potensi kematian tinggi seperti yang ditemukan pada kapal pesiar MV Hondius.
Guna mengantisipasi penularan hantavirus, Kementerian Kesehatan telah menyiagakan 51 Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) di seluruh Indonesia.

