Trump Tolak Proposal Iran, Sebut Gencatan Senjata ‘Di Ujung Nyawa’

Laporan: Tim Redaksi
Selasa, 12 Mei 2026 | 04:42 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (SinPo.id/Getty Images)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (SinPo.id/Getty Images)

SinPo.id -  Pemerintahan Presiden Donald Trump mengirimkan proposal kepada Teheran pekan lalu untuk mengakhiri perang Amerika Serikat dengan Iran. Namun, pada Minggu, Washington menerima balasan dari Iran yang langsung ditolak Trump. Lebih mengejutkan lagi, pada Senin 11 Mei 2026, Trump mengakui bahwa ia bahkan tidak membaca proposal tersebut secara keseluruhan.

Dalam sesi tanya jawab dengan wartawan di Oval Office, Trump menyebut kondisi gencatan senjata yang berlangsung sejak awal April sebagai “sangat lemah.”

“Saya tidak akan membuang waktu membaca sampah itu. Saya katakan sekarang gencatan senjata ini seperti pasien dengan peluang hidup hanya 1 persen,” ujar Trump.

Trump menilai proposal Iran tidak layak dijadikan dasar untuk mengakhiri konflik. Pernyataan keras ini semakin menegaskan rapuhnya proses diplomasi yang tengah berlangsung.

Sementara itu, Trump dijadwalkan berangkat ke China pekan ini untuk menghadiri KTT dengan Presiden Xi Jinping. Pertemuan tersebut dipandang sebagai momen krusial, bahkan disebut sejumlah analis sebagai “batas waktu de facto” untuk menstabilkan perang dengan Iran.

Jurnalis Charbel Antoun menilai Trump memasuki pertemuan dengan posisi yang “melemah” karena gagal mengamankan kesepakatan dengan Iran. Hal ini menambah tekanan terhadap pemerintahan Trump dalam upaya mencari jalan keluar dari konflik berkepanjangan.

BERITALAINNYA
BERITATERKINI