Iran Ajukan Syarat Akhiri Perang, Trump Pertimbangkan Lanjutkan Diplomasi atau Bom Lebih Ganas
SinPo.id - Iran resmi menyerahkan respons atas proposal damai Amerika Serikat melalui mediator Pakistan pada Minggu malam, menempatkan nasib gencatan senjata terbuka kini di tangan Washington.
Menurut kantor berita ISNA, usulan Iran berfokus pada dua poin utama:
Penghentian permanen perang di seluruh front, termasuk Lebanon.
Pemulihan keamanan maritim di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Iran menegaskan bahwa tahap negosiasi ini hanya mencakup mekanisme penghentian perang, sementara isu nuklir, sanksi, dan masalah regional lain akan dibahas kemudian.
Sikap AS
Presiden AS Donald Trump tetap melancarkan peringatan keras. Dalam wawancara televisi, ia menegaskan bahwa stok uranium Iran diawasi langsung oleh Space Force.
“Kalau ada yang mendekat ke tempat itu, kami akan tahu — dan kami akan meledakkannya,” kata Trump.
Gedung Putih dijadwalkan menggelar rapat Situation Room pada Senin untuk menilai respons Iran dan menentukan langkah berikutnya.
Posisi Gencatan Senjata
Gencatan senjata awal dua pekan dimediasi Pakistan pada 7–8 April.
Trump memperpanjangnya tanpa batas waktu pada 21 April, dengan syarat Iran menyerahkan proposal resmi.
Syarat itu kini telah dipenuhi, tetapi keputusan akhir ada di Washington.
Ketegangan di Lapangan
Meski diplomasi berjalan, serangan tetap berlanjut:
Drone menghantam kapal kargo di perairan Qatar, memicu kebakaran singkat.
UAE menembak jatuh dua drone Iran.
Abu Dhabi mengklaim telah mengintersep 551 rudal balistik, 29 rudal jelajah, dan 2.265 drone sejak perang pecah 28 Februari.
Angkatan Laut AS menghancurkan dua kapal tanker Iran pada Jumat karena melanggar blokade laut.
Mediasi Pakistan
Pakistan menegaskan tetap berada dalam “kontak terus-menerus siang dan malam” dengan Iran dan AS untuk menghentikan perang.
