Kemenhaj Awasi Haji Nonprosedural
SinPo.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memperkuat perlindungan terhadap jemaah dari praktik haji nonprosedural di tengah meningkatnya kedatangan jemaah Indonesia ke Arab Saudi menjelang fase puncak ibadah haji 2026.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, mengatakan pemerintah terus melakukan pendampingan menyeluruh terhadap layanan jemaah sejak keberangkatan dari Tanah Air hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.
“Seluruh layanan haji Indonesia mulai dari pemberangkatan di Tanah Air, kedatangan di Arab Saudi, akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan hingga pembinaan ibadah berjalan lancar, tertib dan terus berada dalam pendampingan petugas,” kata Ichsan dalam keterangan resminya, Minggu, 10 Mei 2026.
Menurut dia, penguatan perlindungan dilakukan untuk memastikan jemaah mengikuti prosedur resmi dan terhindar dari praktik haji ilegal maupun layanan tidak sesuai ketentuan.
"Kami juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan," ucap dia.
Hingga hari ke-20 operasional haji, kata Ichsan, pemerintah telah memberangkatkan 323 kelompok terbang atau kloter dengan total 124.243 jemaah serta 1.289 petugas menuju Arab Saudi.
Dia menyampaikan, sebanyak 144 kloter yang terdiri atas 78.446 jemaah dan 816 petugas telah tiba di Mekkah setelah bergerak dari Madinah.
“Jemaah yang tiba di Mekah saat ini melaksanakan umrah wajib sekaligus mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji,” ujar Ichsan.
Sementara itu, kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, terus berlangsung. Adapun pemerintah mencatat sebanyak 47 kloter dengan 17.861 jemaah dan 189 petugas telah tiba melalui jalur tersebut.
Ichsan pun mengimbau jemaah gelombang kedua mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi di Indonesia. Sebab, kata dia, jemaah akan mengambil miqat dalam perjalanan menuju Arab Saudi sebelum melanjutkan perjalanan ke Mekkah untuk menjalankan umrah wajib.
“Pastikan niat ihram dilakukan sesuai ketentuan dan jaga ketertiban selama perjalanan,” kata Ichsan.
Dia menambahkan, sebanyak 3.266 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah.
